Home Kepulauan Riau Batam Banyak Kebun Ilegal di Waduk Duriangkang, BP Batam Akan Tingkatkan Pengamanan

Banyak Kebun Ilegal di Waduk Duriangkang, BP Batam Akan Tingkatkan Pengamanan

Pejabat BP Batam meninjau Waduk Duriangkang, Minggu (23/8/20). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan meningkatkan pengamanan di kawasan Waduk Duriangkang. Pasalnya, di area tangkapan air tersebut masih banyak ditemui perkebunan ilegal.

“Pengamanan akan terus kami tingkatkan bersama Tim Terpadu BP Batam yang terdiri dari anggota Direktorat Pengamanan dan Aset serta Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan,” ujar Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Syahril Japarin kepada barakata.id, Senin (24/8/20).

Syahril.mengatakan, pihaknya sudah meninjau langsung area tangkapan air Waduk (ATA) Duriangkang pada Minggu (23/8/20) pagi.

Baca Juga :
BP Batam Serahkan 34.321 Paket Sembako di Batu Aji, Bantuan Tahap 4 Berakhir

Dari hasil pemantauannya, tidak lagi ditemukan rumah-rumah liar dan kandang peternakan hewan yang dibangun. Namun, masih terlihat beberapa perkebunan ilegal di sekitar ATA Waduk Duriangkang.

Selain perkebunan ilegal, lanjit Syahril, dari peninjauan tersebut juga masih ditemukan beberapa eceng gondok yang mengisi pinggiran waduk.

Meski telah ditahan oleh floating barrier, ia tidak menampik bahwa beberapa eceng gondok tersebut ke luar dari pembatas akibat kencangnya hembusan angin.

“Masih ada yang mengambang di permukaan waduk, karena harvester kita hanya satu unit. Sehingga pembersihannya belum optimal. Meski begitu kami terus lakukan agar Waduk Duriangkang bebas dari eceng gondok,” ujarnya.

Terkait pengamanan di area sekitar waduk, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memperketat pengamanan ATA Waduk Duriangkang.

“Memang harus dilakukan agar kawasan hutan lindung dan ketersediaan air baku di Pulau Batam tetap terjaga,” kata dia.

Meninjau dengan bersepeda

Pesepeda dari sejumlah komunitas di Batam ikut ambil bagian dalam peninjauan Waduk Duriangkang bersama BP Batam, Minggu (24/8/20). (F: barakata.id/ist)

Syahril mengatakan, peninjauan lapangan itu dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi area tangkapan air Waduk Duriangkang.

Selain Syahril, ikut pula sejumlah pejabat tingkat 2 BP Batam di antaranya, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan, Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan Memet E. Rachmat, dan Kepala Biro Umum, Kurnia Budi.

Peninjauan itu juga diikuti 55 pesepeda dari sejumlah komunitas sepeda di Batam seperti dari BIFZA Cycling Community (Bifza CC), Blue Bike Club (BBC), Cross Country Cycling Community (4C), dan Baitul Khasanah Gowes Community.

Baca Juga :
Pegawai Kena OTT, BP Batam Tak Beri Bantuan Hukum

Peninjauan kondisi ATA pada Minggu kemarin dimulai dari pukul 07.00 WIB dengan menempuh jarak sekitar 8 kilometer. Diawali dari Jalur Hutan 1 (Piggy Gate) dan berakhir di Jalur Hutan 2.

Kondisi jalur yang licin dan berlumpur karena hujan, serta penuh dengan akar pohon, menjadi tantangan sendiri bagi pesepeda yang melintas di ATA Waduk Duriangkang.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peninjauan lapangan yang dilakukan Anggota Bidang Pengelolaan dan Kawasan Investasi BP Batam, Sudirman Saad pada Kamis (20/8/20) lalu. Kami ingin tahu betul kondisi area tangkapan air secara langsung,” kata Syahril.

******

Editor : Yuri B Trisna

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin