Home Nusantara Bantu Warga Terdampak Pandemi, Polres Blitar Bagikan Sembako

Bantu Warga Terdampak Pandemi, Polres Blitar Bagikan Sembako

26
Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela (tampak dari belakang) membagikan paket sembako kepada pengendara ojek online. (foto: istimewa)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Untuk mengurangi beban ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu akibat dampak Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Pandemi Covid-19, maka Polres Blitar bersama Jajarannya membagikan paket sembako kepada puluhan tukang ojek online (Ojol) yang biasa mangkal di seputaran Terminal Kesamben, Kabupaten Blitar, Jum’at (23/7/2021).

Paket sembako tersebut disalurkan langsung oleh Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela beserta jajarannya itu  isinya berupa beras, minyak goreng, susu, telur dan mie instan. Tak lupa, Polres Blitar juga membagikan masker kepada para tukang ojek.


Menurut Kapolres Blitar AKBP Leonard Sinambela, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran institusinya/negara untuk membantu masyarakat dengan memprioritaskan warga yang terdampak akibat Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Pandemi Covid-19

“Jadi ada beberapa program yang kita laksanakan, yang pertama akselerasi vaksinasi dan pembagian sembako yang kami prioritaskan kepada masyarakat yang terdampak pandemi dan PPKM, Darurat,” ujar Kapolres Blitar

Sementara, tukang ojek tersebut merupakan salah satu kelompok warga yang terdampak. Pihaknya juga sangat prihatin dengan wabah virus Corona yang tak kunjung mereda ini.

“Ada sekitar lima puluh pengojek pangkalan dan online mendapat bantuan berupa paket sembako. Para pengojek itu sangat terdampak selama PPKM Darurat,” kata Leo, nama panggilan Kapolres Blitar.

Di lokasi, Supangat, salah satu pengojek mengaku gembira dengan bantuan yang dia terima. Menurutnya, hari-hari ini bantuan sosial sangat berarti untuk mengurangi beban hidupnya dan keluarganya.

Belakangan, katanya, pengguna jasa ojek menurun sangat drastis. Dia mengatakan, dalam sepekan bisa hanya mendapat dua atau tiga penumpang.

“Dampaknya sangat terasa. Selama PPKM Darurat saya perminggu hanya mengangkut dua sampai tiga kali saja,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Zunaidi/MT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin