Home Ekonomi Bank Dunia: Berbisnis di Indonesia Lebih Sulit dari Vietnam

Bank Dunia: Berbisnis di Indonesia Lebih Sulit dari Vietnam

64
Ilustrasi. Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Musrenbangnas 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/19). (Dok. Bappenas)

Barakata.id, Jakarta – Bank Dunia  mencatat bahwa investor asing lebih memilih menanamkan modal di negara tetangga dibanding Indonesia. Bank Dunia menyebut kemudahan berbisnis di Indonesia kalah dari Vietnam, dan Malaysia.

Catatan dari Bank Dunia, dari 33 perusahaan yang keluar dari Cina sebagian besar memilih untuk berinvestasi di Vietnam, Kamboja, dan Malaysia.

Kondisi itu membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal. Baru-baru ini Jokowi mengungkapkan kekesalan kepada para menterinya. Ia mengeluhkan rumitnya mengurus perizinan di Indonesia.

Baca Juga : Investor Masih Percaya Batam

Karena itu, Jokowi meminta para menteri mulai menyederhanakan peraturan yang memperlambat perizinan.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, salah satu persoalan dalam investasi di Indonesia sebenarnya ada di pemerintah sendiri, yaitu soal kepastian kebijakan. Faktor ini pun dinilai lebih utama, ketimbang persoalan upah.

“Kalau upahnya mahal, tapi sepanjang kebijakannya pasti, aturan turunannya konsisten, investor pasti akan lebih tertarik,” katanya di Jakarta, Minggu (8/9/19).

Bank Dunia sebenarnya sudah menampilkan data-data dalam indeks kemudahan berusaha di negara-negara di dunia, dalam laporan mereka bertajuk “Doing Business: Training for Reform” pada 31 Oktober 2018. Di dalamnya sudah dimuat beberapa perbandingan Indonesia dan negara lain, mulai dari lama perizinan hingga biaya yang harus dikeluarkan setiap investasi.

Data dari Bank Dunia tersebut juga memperkuat pernyataan Faisal. Bank Dunia mencatat, biaya untuk berinvestasi di Malaysia jika dilihat secara income per capita lebih tinggi dari Indonesia. 

Tapi, berusaha di Malaysia, lebih mudah dan cepat ketimbang di Indonesia.

Berikut perbandingan antara Indonesia dengan Vietnam, Kamboja, dan Malaysia, seperti yang dirangkum dalam laporan Bank Dunia tersebut.

Baca Juga : Isdianto Ajak Pengusaha AS Investasi Pariwisata di Kepri

Indeks kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EoDB), 1-190 negara

1. Malaysia: 15
2. Vietnam: 69
3. Indonesia: 73
4. Kamboja: 138

Indeks memulai bisnis (Starting a business)

1. Vietnam: 104
2. Malaysia: 122
3. Indonesia: 134
4. Kamboja: 185

Jumlah prosedur perizinan

1. Vietnam: 8 
2. Malaysia: 9,5
3. Kamboja: 9
4. Indonesia: 10

Waktu untuk menyelesaikan prosedur perizinan

1. Malaysia: 13,5 hari
2. Vietnam: 17 hari
3. Indonesia: 19,6 hari
4. Kamboja: 99 hari

Biaya yang dikeluarkan untuk berinvestasi (% dari income per capita)

1. Vietnam: 5,9 persen 
2. Indonesia:6,1 persen
3. Malaysia: 11,6 persen
4. Kamboja: 47,4 persen

*****

Sumber : Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here