Home Kepulauan Riau Batam Azril: Pejabat Terkena OTT Bukan ASN Pemko Batam

Azril: Pejabat Terkena OTT Bukan ASN Pemko Batam

45
Kominfo Batam
Azril Apriansyah, Kadis Kominfo Kota Batam. F: Barakata.id / dok
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam, Azril Apriansyah membantah terkait berita tentang kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pejabat Perikanan di Batam  yang menyebutkan ASN Pemko Batam.

Azril menegaskan, kabar tersebut adalah disinformasi. Meski begitu, ia membenarkan adanya peristiwa tersebut namun bukan di  instansi Pemko Batam.


Lanjut Azril, pihaknya sudah meminta media bersangkutan untuk meluruskan informasi tersebut agar pembaca tidak salah dalam menanggapi informasi itu.

Baca juga:

“Semoga masyarakat atau khalayak pembaca tidak salah dalam menerima informasi,” katanya.

Azril mengaku pihaknya terus mengedukasi masyarakat cerdas dalam menerima informasi. Di sisi lain, pihaknya juga mengajak media menyampaikan informasi yang benar.

“Semoga dalam disinformasi ini tidak ada pihak yang dirugikan. Kita juga masih menunggu agar media bersangkutan mengklarifikasi terkait disinformasi tersebut,”ungkapnya.

Sebelumnya, Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum ASN berinisial WD di Kota Batam, atas tindakan pemerasan atau pungutan liar (Pungli).

Baca juga:

Dirkrimsus Polda Kepri,  Kombes Teguh Widodo mengatakan, WD melakukan tindak pidana dengan cara meminta bagian pada pengusaha eksportir yang melakukan kegiatan ekspor udang ke Singapura.

“WD diamankan pada Jumat, 21 Mei 2021 di Restoran Morning Bakery KBC Batam, pukul 13.50 WIB.  Saat ini WD diamankan di Polda Kepri,” ungkap Dirkrimsus Polda Kepri, Kamis (27/5/2021).

Dirkimsus Polda Kepri menjelaskan, oknum ASN Karantina  yang berhasil diamankan merupakan petugas Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam Wilayah Kerja Pelabuhan Sagulung.

“WD menggunakan modus meminta uang sebesar Rp 10 ribu rupiah untuk per Fiber Board (Box) udang yang akan di eksport ke Singapura,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dirkrimsus, untuk memuluskan aksinya, WD juga kerap memperlama Surat Persetujuan Muat (SPM) hasil laut yang akan diekspor melalui pelabuhan tersebut.

“WD lalu memanggil si pengusaha atau karyawannya untuk meminta uang pelicin,” tandasnya.

Baca juga:

Dengan memperlambat penerbitan SPM, tentunya akan berdampak terhadap kualitas komoditas yang akan diekspor oleh para pelaku usaha tersebut.

“Tentu ini akan berpengaruh terhadap harga jual di Singapura,” lanjutnya.

Tidak hanya berhasil mengamankan pelaku, pihak Kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti lain yakni amplop coklat berisikan uang tunai sebesar Rp 12.450.000.

Barang bukti lainnya berupa rekapitulasi ekspor udang, tas tangan warna Coklat merek Poloxh berisikan uang tunai SGD 16.636, KTP, SIM A, NPWP, STNK, Buku Tahapan BCA, Kartu ATM 11 buah berbagai bank dan buku nota serta dokumen-dokumen terkait.

****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin