Home Warta Ekonomi Asuransi Kendaraan Belum Pulih Total, AAUI: Kami Optimis di 2021 Akan Lebih...

Asuransi Kendaraan Belum Pulih Total, AAUI: Kami Optimis di 2021 Akan Lebih Baik

Asuransi
Ilustrasi. Sejumlah logo asuransi. F: bisnis.com
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta-  Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Dalimunthe menyebutkan asuransi kendaraan tahun ini masih belum pulih sepenuhnya.

“Jika melihat data asosiasi, penurunan asuransi kendaraan mencapai 21,3% menjadi Rp 14,73 triliun. Ini merupakan lini usaha terbesar kedua setelah asuransi properti,” ungkap Dody ketika memaparkan kinerja asuransi umum secara virtual, Selasa (23/2/2021).

Dody mengatakan, kontribusi terbesar adalah asuransi properti dan kendaraan bermotor lebih 50%. Jadi kalau ada yang terdampak dari dua lini usaha ini, maka akan berdampak kepada premi secara keseluruhan.

Baca juga: 

Disisi lain, Dody masih optimistis bisnis industri asuransi umum tumbuh positif tahun ini. Pertumbuhan tersebut, kata Dody,  akan ditopang oleh dua lini bisnis yaitu asuransi kesehatan dan asuransi engineering.

“Paling tidak dari sisi engineering insurance, nanti konsumsi akan mulai jalan kembali naik dan asuransi kesehatan sebagai dampak Covid-19 juga meningkat cukup besar,” ungkap  Dody seperti dilansir Barakata.id dari kontan.co.id

Baca juga: 

Sementara dari sisi klaim, secara keseluruhan justru turun 3,3% yoy menjadi Rp 36,11 triliun pada 2020. Kontribusi klaim terbesar dari asuransi kredit Rp 10,72 triliun, asuransi kendaraan Rp 7,01 triliun dan asuransi properti Rp 6,91 triliun.

Berdasarkan data AAUI, lanjut Dody, sepanjang 2020 premi industri asuransi umum turun 3,6% yoy menjadi Rp 76,98 triliun karena menurunnya permintaan dan anjloknya bisnis asuransi kendaraan selama pandemi.

Baca juga: 

“Dari realisasi itu, porsi asuransi engineering 3,2%, asuransi kesehatan dan personal accident 10,4% dan asuransi kendaraan 19,1%,” ungkap Dody.

Sayangnya, ia belum bisa mengungkapkan berapa proyeksi pertumbuhan bisnis asuransi umum tahun ini. Namun Dody berharap, pertumbuhan premi kali ini bisa lebih dari realisasi tahun sebelumnya.

Baca juga: 

“Kami melihat kondisi masih mudah berubah, sehingga secara angka belum bisa melihat. Tapi secara umum, kami optimistis akan lebih baik dari 2020 setidaknya sama dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19,” kata dia.

*****

Editor: Ali Mhd

SebelumnyaBocah SMP di Bintan Digauli Ayah Tiri Sejak 2019
SelanjutnyaBengkong Sadai Juara Umum STQ VIII Kecamatan Bengkong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin