Home Kepulauan Riau Batam Asrama Haji Batam Jadi Pusat Isolasi Mandiri Penderita Covid-19

Asrama Haji Batam Jadi Pusat Isolasi Mandiri Penderita Covid-19

50
Asrama Haji Batam
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meresmikan Posko PPKM mikro di Tiban Mas, Sekupang, Batam, Selasa (25/5/21). (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam – Asrama Haji Kota Batam ditetapkan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 terutama bagi orang tanpa gejala (OTG). Dengan dipusatkannya lokasi isolasi mandiri, diharapkan penyebaran virus corona di Batam bisa ditekan.

“Keputusan ini sudah ditetapkan Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi),” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat meresmikan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Tiban Mas, Sekupang, Batam, Selasa (25/5/21).


Amsakar mengatakan, saat ini ada sekira 700 warga Batam yang terpaapar virus corona sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa penyebaran Covid-19 justru bakal lebih cepat.

BACA JUGA : Isolasi Mandiri di Rumah Bikin Covid-19 Tak Terkendali

“Kalau isolasi mandiri di rumah, kita khawatir nanti mereka (penderita Covid-19) tetap beraktivitas di luar,” katanya.

“Sekarang kan banyak yang sedang isolasi mandiri di rumah, ada sekitar 700 orang. Kita khawatir nanti keluarganya yang lain malah ikut terpapar, begitu juga dengan warga di lingkungan rumahnya. Kalau itu terjadi, penanganan Covid-19 akan semakin berat,” sambung Amsakar.

Dengan isolasi terpusat di Asrama Haji tersebut, menurut Amsakar, penanganan masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri dapat lebih terkontrol dan penanganannya juga menjadi lebih mudah.

Melalui Posko PPKM, masyarakat yang terpapar dapat segera di tangani dan dilakukan isolasi di Asrama Haji Batam yang berlokasi di Batam Centre. Hal ini juga sebagai langkah pemerintah mengantisipasi penyebaran wabah.

BACA JUGA : Tekan Kasus Covid-19, Batam Bentuk 1.676 Posko PPKM

Untuk itu, keberadaan pengurus PPKM dapat mendata dan segera menginformasikan kepada Gugus Tugas sehingga penanganan pasien makin cepat.

“Cepat kita tangani, sehingga tak ada penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan, isolasi mandiri di rumah tak efektif mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu terlihat dari terus melonjaknya jumlah pasien positif corona di wilayah tersebut.

Menurut Ansar, warga yang diketahui positif Covid-19 dari berbagai hasil tes dan kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah justru menularkan virus tersebut kepada orang lain. Pasalnya, warga yang positif itu tidak terpantau pergerakannya, yang membuat penyebaran virus semakin tidak terkendali.

Mereka sulit kita kontrol saat di rumah masing-masing, kontak ke keluarga, bahkan kadang kemana-mana ,itu yang kita khawatirkan,” katanya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin