Home Kepulauan Riau Batam Asrama Haji Batam Disiapkan Jadi IGD Pasien Covid-19

Asrama Haji Batam Disiapkan Jadi IGD Pasien Covid-19

41
Asrama Haji Batam
Asrama Haji Batam disiapkan menjadi tempat IGD sementara penanganan Covid-19 di Kota Batam. (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Asrama Haji Batam sedang dipersiapkan menjadi tempat Instalasi gawat darurat (IGD) bagi pasien Covid-19. Hal ini dilakukan karena IGD di seluruh rumah sakit di Kota Batam telah penuh.

General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman Badan Pengusahaan (BP) Batam, Herawan mengatakan, sebagai tempat IGD sementara penanganan Covid-19, Asrama Haji Batam akan dilengkapi sarana dan prasana berupa peralatan medis.


Untuk tenaga kesehatan nantinya akan didukung oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

“Asrama Haji ditunjuk sebagai tempat IGD sementara karena kita ketahui, IGD di seluruh rumah sakit di Batam sudah penuh oleh pasien yang mengantre hasil Swab PCR,” kata Herawan di Batam Centre, Kamis (29/7/21).

BACA JUGA : Pimpinan OPD Gantian Awasi Penanganan Pasien di Asrama Haji

Ia mengatakan, Asrama Haji yang berlokasi di Batam Centre itu akan resmi beroperasi menjadi IGD sementara sesuai arahan dari Kepala BP Batam yang juga Wali ota Batam, Muhammad Rudi.

“Beliau telah menyampaikan agar dapat mendukung pelaksanaan Rapid Test Antigen massal, berikut sarana karantina bagi para pasien terkonfirmasi positif guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam,” kata dia.

Selain Asrama Haji, lanjut Herawan, BP Batam juga sudah menyiapkan sejumlah sebagai sarana pendukung penanganan Covid-19 di daerah ini. Dua aset lain yang dimanfaatkan adalah Rumah Susun (rusun) BP Batam di Tanjung Uncang, dan Gelanggang Indoor Temenggung Abdul Jamal.

BACA JUGA :

“Untuk rusun kami siapkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih dikarantina di sana. Kemudian Temenggung Abdul Jamal sendiri digunakan untuk proses vaksinasi massal masyarakat Batam yang hingga saat ini masih berlangsung,” ujar Herawan.

Ia mengatakan, pemakaian kamar di Rusun Tanjung Uncang untuk karantina Covid-19 pada 2020 tercatat 810 pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhitung Maret sampai Desember 2020.

Sedangkan sebanyak 2.636 orang PMI melaksanakan karantina di Rusun Tanjung Uncang terhitung Januari hingga Bulan Mei 2021.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin