Home Kepulauan Riau

Ansar: Pariwisata Lesu, Ekonomi Kepri Minus

Ekonomi Pariwisata Kepri
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam siaran Live Talkshow TVRI Bincang-bincang Bersama Gubernur Kepri dalam Program Klik Indonesia Pagi TVRI, Kamis (25/3/21). (F: Humas Pemprov Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri siap membuka dua kawasan wisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) pada 21 April 2021. Langkah itu untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata Kepri yang lesu dihantam pandemi Covid-19.

Dua lokasi wisata yang bakal dibuka untuk turis asing adalah kawasan wisata terpadu Lagoi di Kabupaten Bintan dan Nongsa Point Marina di Kota Batam.

“Kenapa dua lokasi ini yang kita pilih, karena memang kawasan pariwisata ini terblokir dengan baik. Artinya biasanya para turis/wisatawan tidak berafiliasi dengan masyarakat karena kawasan ini jauh dari pemukiman masyarakat, kata Gubernur Ansar dalam siaran Live Talkshow TVRI Bincang-bincang Bersama Gubernur Kepri dalam Program Klik Indonesia Pagi TVRI, Kamis (25/3/21).

BACA JUGA : Ansar Optimistis Ekonomi Kepri Tumbuh hingga 3,5 Persen

Ansar mengatakan, persiapan pembukaan kembali dua kawasan wisata tersebut dilakukan dengan penuh perhitungan. Termasuk melakukan vaksinasi bagi pekerja pariwisata.

Proses vaksinasi itu pun disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Sabtu lalu. Dengan pelaksanaan vaksinasi pekerja pariwisata serta penerapan protokol kesehatan yang ketat di area wisata, Ansar yakin jika Kepri siap bangkit dalam keunggulan pariwisatanya.

“Meskipun vaksinasi ini bukan jaminan 100 persen orang bisa menghindar dari pandemi Covid, tapi ini membangun confidence yang lebih kuat karena kita sudah memiliki imun tubuh yang lebih kuat dan saya komitmen jika vaksinasi ini akan terus dilaksanakan,” jawab Gubernur Ansar ketika ditanya mengenai upaya vaksinasi dalam pembukaan pariwisata.

Selain itu, Ansar berharap pemerintah pusat ikut membantu melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Singapura. Karena selama ini wisatawan dari Kepri paling banyak adalah dari negeri Singa tersebut.

Gubernur Ansar menyebutkan jika sebelum pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan ke kepri mencapai angka 3 juta orang per tahun, sekarang menyusut hingga 10 persen.

“Saya harap pemerintah pusat untuk melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Singapura. Karena di kalangan pengusaha wisata sendiripun mereka sudah aktif melakukan pembicaraan dengan Singapura. Tinggal bagaimana pusat ikut membantu meyakinkan Singapura jika Kepri sudah siap menerima kembali para wisatawan mereka,” kata dia.

BACA JUGA : Pariwisata Kepri: Lagoi dan Nongsa Terima Turis Asing Mulai April

Sebelumnya, dilansir dari kominfo.kepriprov.go.id, Gubernur Ansar dengan Pemerintah Singapura yang diwakilkan oleh Menteri Kedua Luar Negeri Singapura telah melakukan pertemuan virtual guna membahas perihal travel bubble, beberapa waktu lalu.

Menurut Ansar, ketika Kepri melakukan vaksinasi banyak media-media Singapura yang meliput. Hal itu menunjukkan jika sebenarnya masyarakat Singapura pun sudah menunggu-nunggu untuk bisa liburan lagi ke Kepri.

“Hal ini harus kami manfaatkan betul, karena artinya sudah ada demand dari masyarakat Singapura dan ketika kita sudah menyiapkan segalanya maka kita bakal kedatangan turis-turis itu dan dampaknya akan sangat baik bagi ekonomi Kepri,” kata mantan Bupati dua periode itu.

Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Ansar mengakui bahwa saat ini jatuhnya dunia pariwisata mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kepri. Pasalnya, Kepri selama ini juga dikenal di dunia sebagai surganya pariwisata Indonesia setelah pulau Bali.

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan benar-benar telah meluluhlantakkan sektor pariwisata karena adanya pembatasan lalulintas manusia. Tak adanya wisman yang datang ke Kepri sangat berdampak pada perekonomian daerah, termasuk ekonomi masyarakat yang selama ini tergantung pada sektor pariwisata.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi di Kepri memang masih minus, dan inipun disebabkan dunia pariwisata kita yang lesu bahkan kolaps. Lesunya pariwisata ini memberikan multiplayer effect bagi kita karena usaha-usaha yang berafiliasi dengan wisata itu banyak sekali,” katanya.

BACA JUGA : Dikunjungi Empat Menteri, Ansar Berharap Ekonomi Kepri Cepat Pulih

“Ada usaha travel, UKM makanan, kerajinan tangan, transportasi, festival kesenian, dan sebagainya. Karenanya kami ingin secepatnya secara perlahan memulai gairah denyut nadi pariwista seperti yang kita lihat juga mulai di Bali,” sambung Ansar.

Menuju Zona Hijau

Ansar menyebutkan, saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri terus menurun. Dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri, sudah empat kabupaten yang berstatus Zona Hijau. Sementara satu kabupaten dan dua kota masih berstatus Zona Kuning.

“Saat ini sudah sangat baik, kasus Covid-19 semakin melandai. Ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan lagi upaya penekanan penyebaran virus corona,” katanya.

“Sebentar lagi kita berjumpa dengan Ramadan dan Hari Raya, kita berharap dengan waktu yang tidak lama lagi ini semua daerah di Kepri berubah menjadi Zona Hijau. Itu adalah syarat utama jika Kepri mau membuka pembatasan dengan mancanegara,” sambung dia.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin