Home Kepulauan Riau Karimun

Ansar dan Rafiq Temui Menhub, Gesa Pengembangan Bandara Karimun

52
Bandara Karimun
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq bertemu dengan Deputi VI Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo, Kamis (2/6/22). (F: barakata.id/ist)
artikel perempuan

Barakata.id, Jakarta – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad bersama Bupati Karimun, Aunur Rafiq menemui Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (2/6/22). Mereka membahas pengembangan Bandara Karimun dan Pelabuhan Malarko Karimun.

Pada kesempatan itu, Ansar Ahmad juga meminta kepada Menhub agar segera membuka rute penerbangan dari Tanjungpinang ke Pekanbaru dan Karimun-Pekanbaru. Menurut Ansar, pembukaan rute penerbangan itu akan dapat menumbuhkembangkan perekonomian daerah.

“Suatu daerah akan sulit berkembang jika akses keluar dan masuknya masih belum memadai. Minimal harus ada bandara yang layak di satu daerah, bandara yang  bisa untuk mendarat boeing 737,” kata Ansar.

BACA JUGA : Runway Bandara RHA Karimun Diperpanjang, Boeing 737 Bisa Mendarat

Ansar menjelaskan, untuk pengembangan Bandara Karimun, tahun ini Pemprov Kepri telah menghibahkan anggaran hingga Rp10 miliar untuk pembebasan lahan perpanjangan runwey bandara Karimun. Saat ini panjang ruway bandara karimun hanya 1600 meter dan akan diperpanjang hingga minimal 2000 meter.
Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan koordinasi pinjam pakai kawasan hutan yang ada untuk perpanjangan bandara dimaksud.

“Kita harap semuanya lancar. Pokoknya kita gak bakal bosan untuk terus datang ke pusat untuk menanyakan perkembangan apa yang kita minta. Ini semua agar perekonomian Kepri bisa berkembang merata dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Usai bertemu Menhub Budi, Ansar dan Rafiq bersama staff Khusus Gubernur Sarafuddin Aluan dan Kadiskominfo Kepri Hasan bergegas ke kantor Kemenko Perekonomian RI. Rombongan dari Kepri itu diterima oleh Deputi VI Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo

Kepada Wahyu, Ansar menjelaskan jika sebagai daerah yang terintegrasi dengan FTZ, Karimun sangat membutuhkan adanya fasilitas bandara yang memadai. Saat ini bandara di Karimun belum bisa disinggahi pesawat berbadan besar, sehingga perlu diperpanjang.

“Kita berharap hingga akhir 2023 nanti Bandara Karimun sudah bisa disinggahi pesawat yang besar. Dengan demikian, saya yakin perekonomian akan hidup,” kata dia.

BACA JUGA : 8 Pelabuhan di Kepri Sudah Boleh Dibuka untuk Wisman

Ansar juga menjelaskan jika untuk membenahi Bandara Karimun membutuhkan dana yang tidak sedikit, setidaknya dibutuhkan dana hingga Rp180 miliar. Adapun dana yang ada saat ini baru mencapai Rp120 miliar dari Kemenhub dan Rp10 miliar dari APBD Pemprov Kepri, yang diperuntukkan bagi pembebasan lahan bandara.

Selain itu, lanjut Gubernur Ansar, pelabuhan Malarko sedang dalam tahap dilakukan design penataan pelabuhan kontainer  karana posisi Karimun sangat strategis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura serta dekat juga dengan  kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Kedua Provinsi ini saling membutuhkan bahan kebutuhan pokok.

“Karimun sendiri memiliki potensi pengembangan bidang  kemaritiman yang memiliki peluang investasi sangat besar, dan sekarang banyak investor yang ingin berinvestasi didalamnya. Peluang ini harus kita tangkap,caranya dengan mempermudah akses itu tadi,” ujar Ansar. (pol)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin