Home Nusantara Anggota DPRD Gresik Tawarkan Korban Pemerkosaan Uang Rp500 Juta, Agar Kasus Tak...

Anggota DPRD Gresik Tawarkan Korban Pemerkosaan Uang Rp500 Juta, Agar Kasus Tak Sampai ke Polisi

3085
Himbauan Pemprov Kepri
Foto Ilustrasi.
Foto Ilustrasi. Seorang remaja putri di Gresik diperkosa tetangganya hingga kini hamil 7 bulan.

Menurut pengakuan MD, pelaku melakukan perbuatan cabulnya sejak awal Maret 2019 hingga April 2020. Dalam kurun waktu satu tahun itu, SG sudah melakukan aksinya sebanyak enam kali.

MD mengaku tidak bisa berbuat banyak karena pelaku selalu mengancamnya. Aksi bejat saudara ibu kandungnya itu baru terungkap saat hari demi hari perut korban membesar karena hamil.

Baca Juga :
Bobol Rumah Tetangga, Pria Ini Goyang Janda 70 Tahun

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, NH tak menampik bahwa dirinya sempat datang untuk memediasi antara korban dan SG.

Ia datang dengan maksud permasalahan ini tidak sampai dibawa ke ranah hukum. NH berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga :
Berobat ke Dukun, Ibu dan Putrinya Malah ‘Digoyang’ Selama 3 Bulan

Terlebih lagi, antara korban dan terlapor masih memiliki hubungan kekerabatan

“Karena saya sebagai wakil rakyat, sudah barang tentu kalau ada masalah warga sekitar, apalagi terkait hukum pasti minta bantuan atau solusi kepada wakil rakyat setempat. Apalagi SG juga warga sekampung dan kenal baik, wajar jika meminta solusi kepada saya,” ucap NH.

Keluarga korban menolak

Foto Ilustrasi.
Foto Ilustrasi. Seorang remaja putri di Gresik diperkosa tetangganya hingga kini hamil 7 bulan.

NH mengaku sudah menasihati dan memarahi SG atas apa yang telah dilakukannya terhadap MD. Namun, NH menilai memarahi pun tidak akan memberikan solusi lantaran peristiwa itu sudah terjadi dan kini MD tengah mengandung tujuh bulan.

“Akhirnya saya beri solusi untuk minta maaf kepada keluarga MD dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan harapan bisa meringankan beban moral dan tuntutan hukumnya nanti. Karena masalah ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib,” ujar NH.

Baca Juga :
Dokter di Batam Cabuli Siswi Magang, Korban: Saya Dirayu dan Diraba-raba

Karena diminta tolong oleh SG untuk dimediasi, NH berniat mengambil jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan kekeluargaan.

“Dengan mengingat kondisi ekonomi keluarga MD yang sampai saat ini masih tinggal di rumah kontrakan, kami berpikir untuk memintakan haknya korban dan anak yang dikandungnya. Dengan inisiatif saya sendiri, menawarkan akan memintakan uang jaminan untuk korban dan bayinya senilai Rp500 juta kepada SG. Itu pun kalau keluarga korban sepakat,” kata NH.

Namun, karena keluarga MD tak setuju, maka inisiatif tersebut tidak dilanjutkan.

Baca Juga :
Kasus Dokter di Batam Cabuli Siswi Magang, Polisi Segera Gelar Perkara

NH kemudian membiarkan masalah ini berjalan sesuai proses hukum yang berlaku dengan tidak lagi mencampurinya. Apalagi, saat ini NH juga sudah tidak lagi berkomunikasi dengan SG.

“Kami pun tidak pernah menghalangi proses hukum yang berjalan atau melakukan lobi dengan pihak berwajib terkait masalah ini,” ujar NH.

“Rencananya memang kalau korban setuju, saya akan mintakan sawah atau tanah milik SG senilai Rp 500 juta, kalau kedua pihak setuju. Berhubung korban tidak mau, ya saya tidak jadi menyampaikannya kepada SG,” tutur NH.

Pelaku masih berkeliaran

Advertisement
1
2
3
SebelumnyaPasien Corona Batam: 79 Positif, 55 Sembuh, 7 Meninggal
SelanjutnyaGara-Gara Proyek, Bupati Aceh Tengah Diancam Dibunuh Oleh Wakilnya