Home Warta Dunia Ancaman Virus Corona Naik ke Level Maksimum

Ancaman Virus Corona Naik ke Level Maksimum

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, WHO menaikkan tingkat ancaman virus corona ke level maksimum setelah terdeteksi menyebar hingga Afrika. (F: FABRICE COFFRINI / AFP)

Barakata.id, Batam – WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menaikkan level ancaman virus corona (SARS CoV-2) ke level maksimum. Saat ini penyebaran virus tersebut, telah terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia.

WHO menyatakan cemas jika virus corona sampai menyebar di Afrika. Sebab, infrastruktur kesehatan di benua tersebut dianggap belum mampu menangani penyebaran wabah.

Beberapa negara Afrika yang sudah mengonfirmasi virus corona adalah Nigeria, Mesir dan Aljazair dengan masing-masing satu kasus.

Sebelum Afrika, virus corona juga terus menyebar ke sejumlah negara di benua Asia, dan Eropa. Hal itu membuat banyak pemerintah menerapkan kebijakan untuk melindungi warga mereka dengan menutup perbatasan dan mengimbau warga mereka untuk tidak perlu bepergian untuk sementara waktu jika tidak mendesak.

Baca Juga :
Data Terbaru Korban Virus Corona, 78.583 Terinfeksi, 20.863 Sembuh, 2.364 Meninggal

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, kasus penularan dan tingkat kematian dan jumlah negara yang terdampak virus corona terus bertambah.

“(Perkembangan ini) sangat menjadi perhatian,” kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss seperti dilansir AFP, Sabtu (29/2),

“Kita masih punya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus itu jika menerapkan kebijakan yang cermat dan tegas terkait deteksi kasus, isolasi serta penanganan pasien dan melacak siapa saja yang pernah bertemu dengan orang yang tertular,” sambungnya.

Selain Cina, kini virus corona juga mewabah di Korea Selatan, Iran, dan Italia.

“Kami melihat sejumlah negara terus berusaha untuk mencegah penyebaran (virus corona),” tambah Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.

Korban meninggal mencapai 2.924

Petugas medis mengevakuasi pasien terpapar virus corona di Cina. Jumlah kematian akibat corona dari Cina mencapai 2.727 orang. (F: AFP/Yonhap)

Hingga Sabtu (29/2/20) siang, jumlah korban meninggal akibat virus corona mencapai 2.924. Berdasarkan catatan dari peta persebaran virus Corona dari Johns Hopkins CSSE, korban meninggal terbanyak masih berasal dari Cina Daratan yang mencapai 2.727 korban.

Dari negara lain, tercatat jumlah sebanyak 34 korban, Italia 21, Korea Selatan 17, Jepang 5 orang, Prancis 2 orang, Hong Kong dua orang, satu orang dari Filipina, dan satu orang dari Taiwan.

Sementara itu, setidaknya telah terkonfirmasi 85.182 orang yang terjangkit virus tersebut. Jumlah itu meningkat dari laporan terakhir sebanyak 64.084 pada Sabtu (22/2/20) pekan lalu.

Dari jumlah positif terinfeksi, terdapat 39.524 kasus yang dinyatakan sembuh, beberapa di antaranya pun berasal dari Cina yang mencapai 28.924 orang.

Seperti dilansir dari AFP, setidaknya terdapat 47 laporan kematian baru akibat terjangkit virus Corona di negara China sejak kemarin. Komisi Kesehatan Negara Tirai Bambu itu pun mencatat kenaikan jumlah pasien yang terjangkit hingga 427 kasus.

Baca Juga :
Takut Corona, 58 WNA Cina di Bintan Minta Perpanjangan Izin Tinggal

Dari jumlah tersebut, 45 orang dilaporkan meninggal di Provinsi Hubei. Sementara satu orang lain meninggal di Beijing dan satu yang lainnya meninggal di Henan.

Cina pun meyakini bahwa kini peningkatan jumlah kasus corona di negara tersebut menurun jika dibandingkan dari 10 hari yang lalu. Ini juga dibenarkan oleh WHO yang mengatakan bahwa saat ini banyak kasus infeksi corona yang terjadi di luar Cina.

Setidaknya 56 juta orang di Provinsi Hubei masih terkunci di wilayah tersebut sebagai bentuk pengendalian atas penyebaran virus corona (Covid-19). Mereka telah menjalani masa karantina selama lebih dari satu bulan sejak pertama kali Provinsi tersebut ditutup.

*****

Sumber : CNN Indonesia

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin