Home Kepulauan Riau Batam

Amsakar: Ex Officio Bikin Batam Nyaman, Ekonomi Lebih Baik

Ex Officio Batam
membuka Rapim Kadin Kota Batam 2021 di Hotel Radisson, Rabu (19/5/21). (F: barakata.id/ist)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Jabatan Muhammad Rudi sebagai ex officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ramai dibincangkan belakangan ini. Sebagian pihak menilai jabatan tersebut sarat nuansa politis.

Namun, di mata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan ditetapkannya Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai ex officio Kepala BP Batam, justru membawa kebaikan bagi Kota Batam. menurut Amsakar, jabatan ex officio tersebut membuat Batam semakin kondusif.

Amsakar mengatakan, tren pembangunan di Batam sejak adanya ex officio terus membaik, termasuk dua tahun belakangan meski di masa pandemi Covid-19. Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk terus ikut mendukung pemerintah membangun kota ini.

BACA JUGA : Sah, Wali Kota Jabat Ex-Officio BP Batam

Hal itu disampaikannya saat membuka Rapim Kadin Kota Batam 2021 di Hotel Radisson, Rabu (19/5/21). Amsakar pun mengajak para pelaku usaha di bawah naungan Kadin untuk ikut mendukung program pemerintah membangun Batam.

“Kadin yang merupakan wadah berkumpulnya pelaku usaha atau orang-orang yang selama ini memiliki konsen terhadap ekonomi dan investasi bisa memberikan masukan kepada Pemko Batam yang kontruktif dan produktif,” kata dia.

Dikatakannya, saat ini setidaknya ada empat isu yang menjadi pembahasan di Batam yaitu terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Wali Kota ex officio Kepala BP Batam serta rencana penyatuan KPBPB Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinag.

“Saya berharap jangan sampai semuanya menjadi kacau karena “diboncengi” oleh kepentingan yang kontraproduktif,” katanya.

Soal Wali Kota Batam menjadi ex officio Kepala BP Batam, menurut Amsakar hal tersebut seharusnya tidak dipermasalahkan. Pasalnya, kata dia, dengan adanya ex officio membuat suasana Batam nyaman jika dibandingkan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Batam terus menunjukan tren yang positif. Pada tahun 2018 awal tercatat 4,56 persen, kemudian tahun 2019 tecatat 5,90 persen.

“Artinya pertmbuhan Batam sejak ex officio lebih baik,” katanya.

“Indikator lain, target investasi juga melampaui target. Tahun 2020 kuartal I investasi ditargetkan USD225 juta, tapi realisasinya USD473 juta,” sambung Amsakar.

BACA JUGA : Polemik Ex Officio Sudah Lari dari Substansi

Amsakar menegaskan, data-data yang disampaikannya tersebut merupakan data resmi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Itu sebabnya ia berani menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam menunjukan peningkatan.

“Tentu data ini dapat menjadi parameter bahwa ada perbaikan selama ex officio,” kata dia.

“Sebenarnya masih sangat prematur jika saat ini membincangkan atau mempermasalahkan terkait ex officio,” lanjut Amsakar.

Sertifikat Tanah Kampung Tua
M Rudi dan Amsakar Achmad meninjau proyek Taman Atas Laut di Kampung Tua Tanjungriau, Batam. (F: barakata.id/ist)

Ia juga menjelaskan bahwa Pemko Batam dan BP Batam saat ini terus berkolaborasi, menggesa pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Hal itu dilakukan juga menjadi bagian untuk mendorong pergerakan ekonomi Batam ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Padukan Program Pemko dan BP Batam

Sebelumnya, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, program Pemko dan BP Batam akan dipadukan dalam Musrenbang tingkat Kota Batam. Pemaduan program pembangunan diprioritaskan di sektor infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan hingga kesehatan.

“Mudah-mudahan, dengan Musrenbang ini kita bisa mulai memadukan perencanaan pembangunan Pemko, BP Batam dan Provinsi (Kepulauan Riau/Kepri),” katanya di Batam Centre, Selasa (18/5/21).

“Saya ingin 2024 Batam berubah. Maka kebijakan tidak boleh lagi dikadalin. Kalau infrastruktur ditarget, harus selesai sesuai target,” tegasnya.

BACA JUGA : Program Pemko dan BP Batam Dipadukan, Rudi: Kebijakan Jangan Dikadali

Rudi optimistis harapannya itu bakal terwujud. Apalagi BP Batam dan Pemko Batam sudah bersepakat untuk menggabungkan program di dua institusi tersebut.

“Perencanaan pembangunan Batam, saya sudah MoU dengan BP Batam. Digabung pembangunan sehingga tidak dua lagi, namun satu,” tegasnya.

Untuk pembangunan infrastruktur, Rudi bertekad bakal terus meningkatkan jumlahnya. Pembangunan akan terus ditambah setiap tahunnya.

Beberapa proyek infrastruktur saat ini menjadi fokus Rudi baik sebagai Wali Kota Batam maupun Kepala BP Batam. Salah satunya proyek pembangunan jalan kolektor Bundaran Madani sampai dengan Bengkong Sadai memiliki nilai kontrak sebesar Rp23,59 miliar.

Adapun lebar pembangunan jalan Bundaran Madani bervariasi di setiap bagiannya, yakni Simpang Pasir Putih dengan lebar rata-rata 12 meter, Jalan Engku Putri dengan lebar rata-rata 7 meter, dan ruas jalan di depan Sekolah Mondial dengan lebar rata-rata 7 meter.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin