Beranda Kepulauan Riau Batam

ALMI Dukung Penyesuaian Tarif Bongkar Muat Pelabuhan Peti Kemas Batam

6
0
Pelabuhan Peti Kemas Batam
Desain pelabuhan modern bongkar muat peti kemas Batu Ampar, Batam
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Aliansi Maritim Indonesia (ALMI) mendukung langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan penyesuaian tarif bongkar muat pelabuhan peti kemas di Kota Batam. ALMI menilai penyesuaian tarif perlu untuk kelangsungan perawatan, pelayanan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan ke depan.

“Hal itu memang sudah wajar. BP Batam sudah terlalu baik, sejak berdiri sampai saat ini masih terus memberikan subsidi agar biaya pelabuhan murah. Justru hal ini kontraproduktif menurut pandangan saya,” ujar Ketua ALMI, Osman Hasyim di Batam Center, kemarin.

- Advertisement -

BP Batam, lanjut Osman, telah menyiapkan beberapa rencana strategis guna menjadikan pelabuhan peti kemas lebih maju dan modern serta berdaya saing internasional.

BACA JUGA : https://barakata.id/pelabuhan-batu-ampar-kini-punya-sts-crane-bongkar-muat-peti-kemas-semakin-cepat/

Menurutnya, negara telah berinvestasi begitu besar untuk kemajuan industri maritim di Kota Batam.

Oleh karenanya, pengelolaan pelabuhan pun harus mendatangkan pendapatan (income) yang memadai.

Hal ini tentunya juga mempertimbangkan kesesuaian antara peraturan perundangan serta kajian terhadap seluruh aspek. Mulai dari aspek komersil/investasi, aspek daya saing, dan aspek kemampuan masyarakat atau kemampuan industri.

“Pelabuhan itu sudah ditetapkan sebagai pelabuhan komersil. Artinya pelabuhan juga harus beroperasi dengan cara komersil. Bukankah dalam menetapkan tarif sudah ada alat ukurnya? Dilihat dari satu aspek saja, menurut saya harga yang ditetapkan jauh di bawah standar atau sangat murah. Ini malah tidak sehat. Padahal, yang kita inginkan semuanya sehat,” kata dia.

Osman menilai, penyesuaian tarif bongkar muat tersebut sebetulnya bukan menaikkan nilai. Tapi, hanya menggeser pola pengelolaannya saja.

Sehingga, BP Batam juga memiliki porsi yang pas dalam langkah pemenuhan investasi agar pelayanan dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan terus terjaga.

“Undang-Undang kita bagus sebetulnya. Pemerintah tidak bisa menetapkan harga sembarangan. Jadi, kontrolnya dari asosiasi. Tapi, asosiasi juga tidak boleh menjadi penghambat. Kita ingin pelabuhan kita jauh lebih baik dari sekarang. Jadi incomenya pun juga harus cukup,” pungkasnya.

BACA JUGA : https://barakata.id/pelabuhan-batuampar-butuh-rp12-t-untuk-penyempurnaan/

Untuk diketahui, BP Batam telah melakukan pembahasan internal terkait penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas tersebut, Kamis (22/6/23) lalu.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk segera melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif dalam waktu dekat.

“Pembahasannya awal Juni lalu sudah selesai. Akan tetapi, kami memerlukan waktu untuk melakukan sosialisasi. Minimal satu bulan ke depan,” ujarnya. (DN)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini