Home Kepulauan Riau Akhir Bulan Ini Vaksin AstraZeneca di Kepri Kedaluwarsa

Akhir Bulan Ini Vaksin AstraZeneca di Kepri Kedaluwarsa

27
Vaksin di Kepri Kedaluwarsa
Ilustrasi. (F: Freepik)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kepulauan Riau- Akhir bulan ini, tepatnya pada 30 Juni mendatang vaksin AstraZaneca di Kepri kedaluwarsa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri Arif Fadilla mengatakan, berdasarkan data yang ada, pada Jumat (11/6/21) lalu vaksin yang ada masih ada sebanyak 4.000 lebih.


Oleh karena itu Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri berupaya menghabiskan sisa vaksin AstraZaneca hingga 25 Juni mendatang.

Baca Juga:

Upaya menghabiskan vaksin itu sejalan dengan rencana menggesa vaksinasi kepada masyarakat Kepri yang ditargetkan mencapai 50 persen di akhir Juni. Target itu naik menjadi 70 persen pada Juli menatang.

“”Kita harapkan dapat mencapai target apa yang kita inginkan,” ujar Arif, dikutip dari kepriprov.go.id, Senin (14/6/21).

Para bupati dam wali kota pun diminta untuk segera menyalurkan vaksin AstraZaneca yang telah dibagi-bagikan oleh Pemrov Kepri.

“Jangan sampai vaksin tersebut expired sebelum digunakan, ” kata Arif.

Setelah Juni nanti vaksin AstraZeneca ini kedaluwarsa, selanjutnya di bulan Juli, vaksiansi Covid-19 di Keprui akan menggunakan vaksin Sinovac.

“Kita habiskan dulu vaksin yang ada, baru gunakan vaksin yang datang,” tegas Arif.

Menyikapi vaksin AstraZeneca yang segera kedaluwarsa ini, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggesa pelaksanaan vaksinasi.

Plt Dinas Kesehatan Tanjungpinang Nugraheni mengatakan, per Jumat (11/6/21) lalu stok vaksin AstraZeneca di Tanjungpinang masih ada sebanyak 1.126 vial.

Sesuai yang diminta Pemrov Kepri, pihaknya juga akan berupaya menghabiskan vaksin tersebut sesuai jadwal yakni pada 25 Juni mendatang.

Baca Juga:

“Kami optimis akan habis, apalagi targetnya sekarang sehari itu 1.000,” kata Nugraheni, Jumat (11/6/21).

Dia mengatakan, per 10 Juni lalu, capaian vaksin di Tanjungpinang sebesar 35,27 persen.

Untuk mengantisipasi kedaluwarsa di masa mendatang, menurut dia, penambahan vaksin di kabupaten/kota mesti disesuaikan dengan kemampuan kabupaten/kota tersebut. Sebab, jika kurang, toh bisa ditambah lagi sesuai kebutuhan.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin