Gaya Tekno Ajakan Hapus Tokopedia Trending Topic, Ada Apa?

Ajakan Hapus Tokopedia Trending Topic, Ada Apa?

10
TokoPedia sedang ramai diperbincangkan di Twitter.

Barakata.id, Batam – Jagad Twitter sedang diramaikan oleh ajakan hapus aplikasi Tokopedia lewat tagar #UninstalTokopedia. Tagar itu bahkan masuk dalam Trending Topic Twitter untuk kawasan Indonesia.

Ajakan menghapus aplikasi  e-commerce lokal itu ramai diperbincangkan dan terus bermunculan lewat hashtag #UninstallTokopedia.

Pantauan di Twitter, hingga Sabtu (30/11/19) siang sekitar pukul 12.00 WIB, sudah ada lebih dari 10.000 kicauan yang mencantumkan tagar tersebut. 

Baca Juga : Biarkan Konten Negatif, Kominfo Ancam Denda Twitter dan Facebook hingga Rp500 Juta

Ada apa sebenarnya?

Keramaian hashtag itu ternyata dipicu oleh konten unggahan akun @TolakBigotRI yang memperlihatkan seorang tokoh agama berbicara di panggung sebuah acara.

Di latar belakang ada tulisan besar berbunyi “Tokopedia presents RiaMiranda The Seventh Annual Show”.

Ria Miranda adalah salah satu merek busana muslim yang terkenal di aplikasi itu. Sementara, tokoh agama yang menjadi pembicara dalam acara tersebut oleh sebagian orang dinilai kontroversial karena memiliki pemikiran yang cenderung radikal. 

Video itulah yang kemudian dipermasalahkan oleh warganet. Mereka berpendapat bahwa Tokopedia kecolongan dengan menghadirkan sang tokoh kontroversial sebagai pembicara. Alhasil, tagar #UninstallTokopedia pun menggelora.

Baca Juga : Twitter Ikuti Instagram Perangi Berita Hoaks Anti-Vaksin

Ria Miranda sendiri  memang menggelar fashion show tahunan bertajuk Ria Miranda the Seventh di Jakarta pada 28 hingga 29 November lalu. Tokopedia adalah salah satu sponsor dalam acara itu. 

Tanggapan Tokopedia

Menurut VP Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, acara fashion show yang diselenggatakan itu sepenuhnya merupakan inisiasi dari pihak Ria Miranda.

Dia menjelaskan, kerja sama yang dilakukan Ria Miranda dan pihaknya kali ini adalah untuk menghadirkan koleksi busana terbaru yang bisa didapatkan eksklusif di Tokopedia.

Baca Juga : 3 Bisnis yang Makin Cuman di Era Transaksi Digital

Melalui keterangan resminya, Nuraini mengatakan bahwa pihaknya tetap menghargai pandangan setiap masyarakat Indonesia dan menentang radikalisme.

“Sebagai institusi, Tokopedia menentang keras adanya diskriminasi SARA, radikalisme, serta pihak-pihak atau aktivitas apa pun yang merusak persatuan bangsa,” ujar Nuraini. 

Dia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa Tokopedia akan tetap mendukung kreator lokal untuk mendapatkan akses lebih luas lewat pemanfaatan teknologi.

*****

Sumber : Kompas.Com

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here