Home Kepulauan Riau Batam Ada yang Meninggal Saat Pasar Induk Jodoh Dibongkar, Warga Emosi dan Lempari...

Ada yang Meninggal Saat Pasar Induk Jodoh Dibongkar, Warga Emosi dan Lempari Petugas

318
Pasar Induk Jodoh Dibongkar
Proses pembongkaran Pasar Induk Jodoh, Batam, Senin (26/7/21).
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Pasar Induk Jodoh di Kota Batam dibongkar, Senin (26/7/21) siang. Namun, proses pembongkaran yang melibatkan pengawalan ratusan petugas Satpol PP, Ditpam BP Batam, TNI dan Polri itu tak berjalan mulus.

Di tengah raungan mesin alat berat yang tengah merobohkan bangunan pasar, tiba-tiba ada seorang perempuan yang meninggal dunia. Warga yang meninggal tersebut diketahui sebagai penghuni salah satu kios di pasar itu.


Informasinya, warga yang belum diketahui identitasnya tersebut memang sedang sakit keras. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

BACA JUGA : Pasar Induk Jodoh Tegang, Pedagang Bakar Ban dan Blokade Jalan

Warga lainnya yang mengetahui kalau perempuan itu meninggal dunia langsung emosi. Mereka melempari petugas yang sedang bekerja dan berjaga dengan batu puing.

Sejumlah pria pun tak mau ketinggalan. Mereka membentak-bentak petugas, dan meminta proses pembongkaran Pasar Induk Jodoh dihentikan. Suasana pun sempat memanas.

Setelah sempat adu mulut hingga suasana tegang, akhirnya petugas melunak. Aktivitas pembongkaran dihentikan sementara demi menenangkan warga yang sudah emosi.

BACA JUGA : Tanah Pasar Induk Batam Ambles, 1 Orang Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, bangunan Pasar Induk Jodoh itu memang sudah waktunya dibongkar. Sesuai jadwal, pembongkaran seharusnya dilaksanakan sejak bulan Maret lalu.

“Ini sudah molor dari jadwal, seharunya kan bulan Maret lalu tapi terus ditunda. Makanya hari ini harus kita bongkar,” kata dia dikutip ariranews, Senin (26/7/21) siang.

Terkait masih ada warga yang tinggal di lokasi, menurut Gustian pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan agar segera pindah karena lokasi tersebut akan dibersihkan.

“Setahun yang lalu seharusnya area ini sudah kosong, tapi tetap ada warga yang tinggal di sana. Padahal berbahaya karena bangunan itu kan sudah tua dan rawan ambruk. Sebelum pembongkaran hari ini pun, kita sudah memberikan surat peringatan sampai tiga kali kepada warga,” pungkas Gustian.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin