Home Warta Dunia

Ada Hujan Cokelat di Kota Swiss, Apa yang Terjadi?

18
Hujan Cokelat
Hujan bubuk cokelat 'jatuh' di Kota Olten, Swiss pada 19 Agustus 2020. (F: static.ussfeed.com)

Barakata.id, Batam – Peristiwa mengejutkan terjadi di Swiss. Satu kota di Swiss dilanda hujan bubuk cokelat.

Apa yang sedang terjadi?

Dilansir dari Global News, Selasa (25/8/20), hujan bubuk cokelat itu terjadi pada 19 Agustus 2020 lalu. Hujan cokelat tersebut menyirami wilayah Kota Olten, Swiss.

Kejadian itu pun membikin heboh penduduk setempat. Bubuk cokelat yang “jatuh dari langit” banyak jatuh dan menutupi atap rumah warga dan kendaraan.

Beberapa warga ada yang mengabadikan momen tersebut. Mereka memotret atap rumah dan kendaraan yang dipenuhi bubuk cokelat.

Baca Juga :
Hai Wanita, Pilih Cokelat atau Bercinta?

Foto-foto itu kemudian diposting di media sosial. Dengan cepat, kabar itu beredar yang menjadi pembicaraan hangat netizen.

Setelah ditelusuri, hujan cokelat di Kota Olten itu terjadi akibat kerusakan sistem di pabrik pembuat manisan yang terdapat di kota itu. Pabrik tersebut merupakan tempat pengolahan cokelat Lindt & Sprungli.

Pihak pabrik mengakui kalau hujan bubuk cokelat itu benar berasal dari tempat mereka. Mereka menyatakan bubuk cokelat itu berasal dari biji kakao yang digiling di dalam pabrik.

Semua itu disebabkan adanya kerusakan pada sistem ventilasi pabrik. Gangguan pada sistem ventilasi itu membuat bubuk kakao sebagai bahan baku cokelat berembus ke luar area pabrik.

Baca Juga :
Hujan Bikin Orang Merasa Lapar dan Kesepian

Selanjutnya, bubuk tersebut dibawa angin hingga bertebaran di area pemukiman penduduk setempat. Lindt pun menegaskan bahwa benar hujan bubuk cokelat itu berasal dari pabrik mereka.

Meski terjadi gangguan, tapi pihak perusahaan menegaskan kejadian itu tidak akan mengancam kesehatan penduduk. Lindt juga memastikan bahwa proses produksi cokelat di pabrik mereka tetap berjalan.

Pihak perusahaan mengklaim sudah membenahi gangguan pada sistem ventilasi pabrik mereka.

“Kami pastikan insiden ini tidak akan terjadi lagi,” kata Lindt.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin