Home Warta Abu Janda Sebut Islam Arogan, PBNU: Dia Tak Mengerti Agama

Abu Janda Sebut Islam Arogan, PBNU: Dia Tak Mengerti Agama

230
Abu Janda Islam Arogan
Permadi Arya alias Abu Janda
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Cuitan Abu Janda alias Permadi Arya di Twitter soal “Islam arogan” masih ramai disorot publik. Karena sosoknya lekat dengan organisasi Islam Nadhatul Ulama (NU), Pengurus Besar (PB) NU pun angkat bicara.

Menurut Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini, Abu Janda tidak mengerti betul tentang agama dan tidak bisa membedakan antara agama dengan individu.


“Wah itu nggak ngerti Islam itu. Masa begitu? Saya tidak tahu persis. Harus dibedakan antara agama denyan orang ya,” kata Helmy kepada wartawan di Gedung PBNU, Kamis (28/1/21).

“Kalau oknum dalam beragama itu di semua agama ada. Sehingga mencerminkan agama itu kejam, agama itu radikal dan seterusnya,” tegasnya.

Baca Juga : Abu Janda Dinilai Rasis ke Natalius Pigai, KNPI Lapor Polisi

Untuk diketahui, Abu Janda menge-twit di akun @permadiaktivis1 soal “Islam arogan” pada Minggu 24 Januari 2021. Cuitan Abu Janda itu menanggapi cuitan Tengku Zulkarnain, juga di Twitter.

Helmy menegaskan, semua agama akan selalu mengajarkan kebaikan. Karena itu, jika ada yang mengajarkan tentang kejahatan, itu artinya dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan agama.

“Semua agama mengajarkan pada kedamaian. Kalau ada yang mengajarkan kekerasan itu adalah oknum-oknum dari umat beragama itu,” kata dia.

Abu Janda: Itu Autokritik

Sementara itu, Abu Janda berdalih kalau ia sedang melakukan autokritik alias mengkritik diri sendiri saat menyebut Islam sebagai agama arogan.

Kasus ini bermula saat Permadi Arya berkicau di akun Twitter-nya bahwa agama Islam adalah agama pendatang dari Arab. Sementara, agama asli Indonesia itu adalah Sunda Wiwitan dan kepercayaan lainnya.

“Islam memang agama pendatang dari Arab, Agama Asli Indonesia itu Sunda Wiwiwtan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal @awemany,” kicaunya lewat akun @permadiaktivis1, Senin (25/1/21).

Baca Juga : Bareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan

Pegiat media sosial lainnya, Akhmad Sahal, menampik tuduhan Permadi mengenai Islam Arogan. Menurutnya, tak semua aliran Islam melarang tradisi lokal.

“Twit @permadiaktivis1 yang bilang Islam sebagai arogan ini ngaco banget. Memang ada aliran Islam tertentu yang haramkan tradisi lokal, tapi muslim yang menentang aliran tersebut banyak sekali. Paham keislaman NU justru sangat ramah dengan tradisi lokal. Menyebut Islam argoan itu koplak!” kata dia, lewat akun @sahaL_AS, Rabu (27/1/21)

Permadi menjelaskan kepada Sahal bahwa cuitan itu adalah respon terhadap kicauan mantan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang dianggapnya provokatif.

“Jangan diambil tanpa konteks donk yai @sahaL_AS , itu ngejawab cuitan tengkuzul yang provokatif rasis, bukan twit mandiri di temlen,” tulis Permadi membalas cuitan Sahal.

Namun, menurut Sahal sikap yang dilakukan oleh Permadi salah. Menurutnya, Permadi tak bisa menjadikan Tengku Zul sebagai representasi Umat Islam secara keseluruhan.

“Kalo gitu, harusnya fokus aja mengkritik paham keislaman Tengkulzul cs, bukan melabeli Islam sebagai arogan. Tengkuzul memang Islam. Tp Islam jauh lebih luas dan lebih beragam. Islam tak Identik dengan Tengku Zul,” protesnya Sahal lewat Twitternya, Rabu (27/1/21).

Baca Juga : Bikin Konten Rasis di YouTube, Siap-Siap Diblokir

Menanggapi cuitan itu, Permadi mengkarifikasi jika cuitannya juga merupakan sebuah otokritik.

“Itu konteksnya otokritik yai.. jadi islam di situ (kita islam) yang arogan,” balas Permadi Arya menanggapi kritik dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Serikat Akhmad Sahal.

Permadi belum menjelaskan lebih lanjut maksud dari cuitannya yang menyebut “Islam arogan” adalah sebuah otokritik.

Selain cuitan soal “Islam arogan”, Abu Janda juga memantik kontroversi lain. Ia pun dituding berlaku rasis terhadan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Abu Janda dianggap telah menyinggung masalah Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) di akun Twitternya @permadiaktivis1. Ia dinilai menyebarkan ujaran kebencian berbau rasisme, dan juga menghina fisik seseorang.

Karena cuitan tersebut, Abu Janda langsung dilaporkan ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1/21) oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Baca Juga : Video, Pria Australia Pukul dan Injak Muslimah Hamil di Kafe

Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI, Medya Risca mengatakan, laporan tersebut telah diterima Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/30/I/2021/Bareskrim ter tanggal 28 Januari 2021.

“Karena itu, kami atas mandat Ketua Umum KNP berinisiatif melaporkan, dan Alhamdulillah laporan kami terima per hari ini kami laporkan akun twitter @permadiaktivis1,” kata Medya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (28/1/21).

Adapun cuitan Abu Janda adalah menyebut kata evolusi kepada Natalius Pigai. Menurut Medya, hal itu menyinggung dan telah menyebarkan ujaran kebencian.

“Dalam twittnya tanggal 2 Januari 2021 yang menyebut kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau,” sebut Medya membacakan cuitaan Abu Janda tersebut.

“Kata evolusi itu jelas selain ga nyambung tiba-tiba ngomong evolusi itu ga baik,” sambung dia.

Dalam laporan KNPI ke Bareskrim Polri tersebut, Abu Janda disangkakan dengan Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 dan/atau Pasal 45A ayat 2 dan/atau Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian, atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

*****

Editor : YB Trisna

Sumber : Okezone/CNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin