Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

79 Suspect Corona di Kepri Dinyatakan Negatif

281
Kadinkes Kepri
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mendorong 4 daerah di Kepri menerapkan PSBB serentak.

Barakata.id, Tanjungpinang – Sebanyak 79 orang dari 83 orang diduga suspect virus corona di Kepri, dan sempat menjalani karantina atau diisolasi, sudah dinyatakan negatif. Ke-83 orang itu berasal dari Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Natuna.

“Untuk yang empat orang lagi, kita masih menunggu hasil uji lab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, kemarin.

Ia mengatakan, 83 warga Kepri yang diduga menjadi suspect virus corona atau Covid-19 itu merupakan hasil temuan dalam kurun waktu 26 Januari sampai 5 Maret 2020. Mereka telah menjalani proses karantina di daerah masing-masing.

Baca Juga :
Singapura Bantu Batam Atasi Corona, Kirim 50 APD dan 2 Ventilator

Dari 83 orang suspect tersebut, lanjut Tjetjep, 19 orang merupakan pasien pengawasan dan 64 orang lainnya masuk kategori pasien pemantauan.

Puluhan warga Kepri itu sempat diisolasi setelah dirujuk oleh pihak berwenang berdasarkan temuan gejala yang menyerupai gejala orang terpapar virus corona. Selain itu juga melihat riwayat perjalanan keluar negeri ke negara terjangkit serta riwayat melakukan kontak dengan orang yang terpapar virus tersebut.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), orang-orang tersebut diberi tindakan karantina di sejumlah rumah sakit atau tempat yang ditunjuk selama 14 hari.

Tjetjep mengatakan, wilayah Provinsi Kepri termasuk daerah yang paling rawan diserang virus corona. Pasalnya, Kepri berbatasan langsung dengan negara-negara yang sudah terdapat pasien terpapar corona seperti negara Singapura.

Sebagai provinsi yang mengandalkan pariwisata, daerah-daerah di Kepri selama ini sudah menjadi tujuan turis asal Singapura maupun negara lain. Setiap hari, ada ribuan orang yang masuk dan keluar ke wilayah Kepri dari berbagai pintu masuk, terutama laut (pelabuhan).

Baca Juga :
Kepri Aman dari Corona, Isdianto: Jangan Ragu Datang

Hal itu belum lagi ditambah warga negara Indonesia yang pergi berkunjung ke negara-negara seperti Singapura dan Malaysia, baik untuk urusan bisnis, melancong, pendidikan maupun bekerja.

Tjetjep mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Ia pun minta agar warga tetap tenang dan jangan panik dalam menyikapi informasi terkait virus corona ini.

“Sampai sekarang, belum ada satupun warga Kepri yang positif terpapar virus corona. Tak perlu panik. Tapi, tetaplah jaga kesehatan, tingkatkan daya tahan tubuh agar virus corona itu tak masuk ke dalam diri kita,” katanya.

*****

Penulis : Erha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin