Home Nusantara

7 Pencuri Uang dan Barang Senilai Rp1 Miliar di Toko 51 Adonara Ditangkap

Pencuri Adonara
Kapolres Flores Timur AKBP I Gusti Putu Suka Arsa didampingi Kasat Reskrim Flores Timur, Iptu I Wayan Pasek Sujana saat menggelar konferensi pers kasus pencurian, Kamis (29/4/21). (F: Pos Kupang)
Banner Pemprov Kepri

Barakata.id, Larantuka- Polres Flores Timur (Flotim) menangkap tujuh pencuri uang dan barang berharga milik seorang pengusaha di Toko 51 di Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur.

Kapolres Flores Timur AKBP I Gusti Putu Suka Arsa didampingi Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu I Wayan Pasek Sujana mengatakan, tujuh orang pelaku yang diamankan itu berinisial MSD (28), MDK (27), RM (22), SB (34), ZA (25), MN (28) dan AS (26). Ketujuh pelaku berasal dari Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.

Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur uang, perhiasan emas dan berlian, laptop, handphone serta sebuah jam tangan merk rolex senilai Rp 300 juta.

Advertisement

Baca juga:

“Totalnya mencapai Rp 1 Miliar lebih. Target awal mereka mencuri uang, tapi melihat barang-barang berharga, para pelaku tergiur dan mengambilnya,” ujarnya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Mapolres Flotim, Kamis (29/4/21) seperti dilansir dari Pos Kupang.com

Baca juga:

Ia menjelaskan, kasus pencurian ini terjadi hingga tiga kali. Pertama, pada 19 Januari 2021. Kedua, pada 24 Januari 2021 dan ketiga, pada 24 Februari 2021.

Dari semua barang bukti yang disita polisi, ada sebagian barang curian yang sudah dijual oleh pelaku.

“Mereka memanfaatkan waktu saat pemilik toko sedang berada di Surabaya. Untuk barang bukti, ada yang sudah kita amankan dan ada juga yang sudah dijual. Ini yang kita masih lakukan pendalaman,” katanya.

Baca juga:

Ia menambahkan, setiap kali beraksi, kelompok pencuri di Adonara ini membagi peran. MSD bertugas sebagai eksekutor dan lainnya bertugas memantau situasi di luar.

“Yang jadi otak dari aksi pencurian ini yakni MSD,” jelasnya.

Ketujuh pelaku saat ini sudah ditahan di sel Mapolres Flotim. Otak kejahatan dijerat pasal 63 ayat 2 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan untuk enam tersangka lainnya dijerat pasal 55, turut serta membantu melakukan tindakan kejahatan.

*****

Editor: Ali Mhd

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin