Home Nusantara 7 Fakta Mensos Juliari Terjerat Suap Bansos Corona

7 Fakta Mensos Juliari Terjerat Suap Bansos Corona

Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

6. Diawasi dari Awal Pandemi

Firli mengatakan KPK telah mengawasi potensi korupsi bansos Corona semanjak awal pandemi. KPK pun telah melakukan pemetaan daerah yang dianggap rawan.

“Sejak awal KPK setelah pandemi COVID-19 itu melanda seluruh dunia dan melanda Indonesia tentu pemerintah sangat concern untuk penyelamatan manusia. Makanya berbagai program dalam rangka penyelamatan tersebut digelontorkan oleh pemerintah,” kata Firli.

“KPK sejak awal sudah menyampaikan daerah atau titik rawan akan terjadi korupsi, salah satunya adalah terkait pelaksanaan perlindung sosial dalam hal ini adalah pemberian bantuan sosial. Karenanya KPK sudah mendeteksi dari awal,” sambungnya.

Baca Juga :

Pengawasan KPK itu akhirnya menjerat lingkungan Kemensos. KPK menemukan adanya dugaan tindak pidana suap bansos corona

“Dan betul adanya hari ini kita bisa ungkap bahwa terjadi tindak pidana korupsi di dalam hal pengadaan barang dan jasa terkat bantuan sosial. Di mana ada dugaan penyelenggara negara telah menerima hadiah yang dari pekerjaan bantuan sosial tersebut,” kata dia.

7. Juliari Menyerahkan Diri

KPK awalnya meminta Mensos Juliari untuk menyerahkan diri setalah ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa saat kemudian Mensos Juliari pun tiba di gedung KPK.

“KPK terus berusaha sampai detik-detik ini melakukan pencarian kepada para tersangka yang belum berada di KPK. Karenanya, KPK memerintahkan kepada kita semua untuk segera untuk kita lakukan pencarian terhadap para tersangka, dan kami imbau, kami minta kepada para tersangka saudara JPB dan AW untuk kooperatif dan segera mungkin menyerahkan diri ke KPK,” kata Firli.

Beberapa jam setelah ditetapkan sebagai tersangka, Juliari akhirnya tiba di gedung KPK sekitar pukul 02.50 WIB. Dia berjalan ke pintu masuk Gedung KPKĀ didampingi oleh sejumlah orang.

Juliari tampak menggunakan baju berwarna hitam, masker hitam dan mengenakan topi, tapi tangannya tidak diborgol. Ia kemudian menaiki tangga gedung KPK.

Di tangga dia sempat melambaikan tangan kepada awak media. Namun tak ada kata yang diucapkannya terkait kasus dugaan suap bansos corona ini.

*****

Editor : Ali Mhd

1
2
3
4
SebelumnyaHormati Proses Hukum, Sekjen PDIP: Kader Partai Tiga Kali Sekolah Anti Korupsi
SelanjutnyaGubernur Isdianto Pastikan KM Bahtera Nusantara 01 Layani Midai dan Subi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin