60 Distributor di Batam Bikin Pasar, Terlengkap dan Termurah

110
Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau meninjau lokasi Pasar TPID Batam di kompleks Grand Niaga Mas, Batam Center, Kamis (15/8/19). (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Batam – Sebanyak 60 distributor kebutuhan bahan pokok di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sepakat bergabung membikin pasar di kompleks Grand Niaga Mas, Batam Centre. Pasar tersebut diyakini akan menjadi yang terlengkap dan termurah di Batam.

Pasar gabungan itu akan diberi nama Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Rencana besarnya, ini akan menjadi tempat para distributor bahan pokok di seluruh Batam.

Baca Juga : Distributor dan Pedagang Dilarang Naikkan Harga

Pemberian nama Pasar TPID Batam tersebut merupakan arahan dari Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Pasar ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 September 2019.

“Kami bersepakat dengan seluruh distributor untuk pembentukan pasar ini. Tujuan utamanya untuk menekan inflasi. Selain itu, agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau, kemarin.

Gustian mengatakan, sebelum ide pembentukan pasar bersama ini muncul, Pemko Batam dan distributor atau TPID rutin menggelar pasar murah keliling. Operasi pasar itu dilaksanakan di setiap kecamatan, biasanya dilakukan mendekati hari-hari besar seperti jelang puasa Ramadan, Hari Raya Idul Fitri atau Natal.

Pada momen-momen tersebut, biasanya harga kebutuhan pokok melambung lantaran permintaan yang tinggi.

Pasar TPID Batam ini merupakan yang kedua di Indonesia setelah di Yogyakarta.

“Tapi punya kita ini yang terlengkap dari siis distributor yang bergabung,” ujar Gustian.

Ia mengatakan, selain distributor yang mendatangkan bahan pokok dari luar Batam, di Pasar TPID Batam nantinya juga akan bergabung koordinator produk lokal seperti dari kawasan Rempang dan Galang.

Gustian memastikan, penjualan bahan pokok di Pasar TPID Batam ini dapat memotong rantai distribusi. Dengan demikian, harga bahan pokok yang dijual menjadi lebih murah.

“Karena harga yang dikapai adalah harga distributor, tentu akan lebih murah,” kata dia.

Hal lainnya, lanjut Gustian, harga kebutuhan pokok yang ada di Pasar TPID Batam diharapkan akan menjadi rujukan bagi pedagang-pedagang di pasar lain di Batam sehingga disparitas harga bisa ditekan.

“Tujuan akhirnya memang untuk menekan angka inflasi Batam dari kelompok volatile food. Saat ini sudah ada 60 distributor yang menyatakan bakal bergabung di pasar TPID ini.

Baca Juga : Disperindag Kepri Akan Gelar Pasar Murah di Empat Daerah

Disperindag, sambung Gustian, juga menghimpun distributor bahan pokok dalam wadah bernama Asosiasi Distributor Bapok Batam. Sebelum ada asosiasi ini, distributor berpecah sesuai jenis kebutuhan pokok yang dijual, misal asosiasi distributor beras.

Ketua Asosiasi Distributor Bapok Batam, Aryanto mengatakan, asosiasi ini akan jadi wadah untuk membahas segala isu yang berkaitan dengan kebutuhan bahan pokok masyarakat Batam.

“Program pemerintah ini sangat kami dukung. Kami jugaa sangat senang berhimpun di sini (Pasar TPID),” katanya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini