Home Gaya

6 Penyebab Pasangan Selingkuh, dari Urusan Ranjang hingga Medsos

Penyebab Pasangan Selingkuh
Foto ilustrasi. Keranjingan main medsos menjadi salah satu penyebab terjadinya perselingkuhan.

Barakata.id, Batam – Banyak orang bertanya, apa penyebab pasangan selingkuh? Padahal hubungannya dengan pasangan terlihat baik-baik saja, bahkan bisa dibilang cukup mesra. Penyebab pasangan selingkuh ada banyak, dan perlu diketahui, kesempatan bukanlah hal yang utama.

Perselingkuhan memang tidak mengenakkan bagi salah satu pasangan yang diselingkuhi. Hubungan asmara yang sebelumnya melekat dalam seketika bisa menjadi berkeping-keping. Lalu, mengapa ada orang yang tega menyelingkuhi pasangannya?

Menurut sejumlah peneliti dan psikolog, banyak faktor yang dapat memicu perselingkuhan. Adanya kesempatan bagi pasangan untuk menduakan hatinya memang termasuk, tapi itu bukanlah penyebab utama.

BACA JUGA : 4 Zodiak Ini Doyan Selingkuh, Apakah Anda Diantaranya?

Dilansir dari Bright Slide, Jumat (11/3/21), sejumlah psikolog telah melakukan percobaan ilmiah tentang perselingkuhan. Mereka menguji sejumlah hal tentang keadaan yang bisa meningkatkan risiko orang-orang memutuskan untuk berselingkuh.

Hasilnya, ditemukan beberapa faktor atau penyebab sehingga seseorang mau menduakan cinta pasangannya. Dirangkum barakata.id dari berbagai sumber, berikut tujuh penyebab selingkuh:

1. Hilangnya keintiman emosional

Keintiman emosional sangat diperlukan oleh sepasang anak manusia yang sedang menjalin hubungan. Memang, pasangan yang tidak intim secara emosional bukan berarti hubungannya tidak akan langgeng.

Tapi siapa yang mau hidup berdampingan seumur hidup tanpa ada keintiman dengan pasangannya?

Nah, hilangnya keintiman ataupun keharmonisan asmara dalam kehidupan sehari-hari, dimasukkan oleh para ahli sebagai penyebab selingkuh. Dalam kasus ini, antara pria dan wanita yang menjalin hubungan, gagal membangun komunikasi dari hati ke hati.

Ada kalanya, kaum pria memang sangat sulit untuk mengutarakan isi hatinya. Di sisi lain, si wanita tak mampu memahami apa yang dibutuhkan oleh si pria.

BACA JUGA : Perceraian di Batam Meningkat, Pemicunya Selingkuh

Parahnya lagi, pasangan tersebut tidak bisa membuka percakapan intim tentang persoalan yang mereka hadapi bahkan untuk sekadar memberi pelukan atau ciuman hangat. Ingat, tidak selamanya pria itu berorientasi dengan seks semata.

Pandangan umum masyarakat, perselingkuhan yang dilakukan oleh pria seringkali hanya karena soal seks. Padahal tidak. Pria juga butuh sesuatu yang lain dari wanita, misalnya dukungan.

Begitu pula sebaliknya, wanita juga membutuhkan perhatian dari pasangannya. Jika terlalu sering diabaikan, hal itu dapat membuka celah dalam perasaan wanita untuk menerima perhatian dari pria lain.

2. Hubungan ranjang yang membosankan

Dalam salah satu survei, disebutkan bahwa sekitar 70 persen pria dan 50 persen wanita selingkuh karena hubungannya dengan pasangan mulai membosankan. Hubungan yang membosankan itu, salah satunya adalah kehidupan di atas ranjang.

Karena itu, para ahli menyarankan kepada pasangan suami istri agar sesekali mencoba variasi baru dalam bercinta. Bukan hanya tentang gaya atau posisi, kehidupan seks juga bisa menjadi lebih berwarna jika pasangan mau mencoba melakukannya di tempat-tempat baru.

BACA JUGA : 4 Zodiak Ini Galak, Tapi Mudah Luluh Sama Pasangan

Seringkali, pasangan yang terlihat baik-baik saja, ternyata menyimpan skandal besar perselingkuhan. Apakah itu dilakukan oleh sang pria ataupun si wanitanya.

Para ahli menemukan pengakuan bahwa pasangan yang memiliki hubungan membosankan di atas tempat tidur, ingin melakukan pengalaman seks berbeda dengan orang lain.

3. Pengaruh lingkungan dan pengalaman

Lingkungan akan memberi pengalaman bagi makhluk sosial seperti manusia. Karena itu pula, lingkungan pertemanan memegang peranan dalam perselinkuhan. Anda percaya ini?

Baik pria maupun wanita, akan sangat mudah terpengaruh jika mereka dikelilingi oleh orang-orang yang suka selingkuh dari pasangannya.

Dalam survei jajak pendapat yang dilakukan para ahli, hampir 75 persen pria selingkuh karena teman-teman mereka juga pernah menyelingkuhi istri maupun kekasihnya.

BACA JUGA : 7 Tanda Pernikahan Anda Tak Bahagia

Seseorang yang pernah selingkuh, ada kemungkinan untuk mengulang pengalamannya tersebut. Apalagi jika ia tidak menemukan ‘sesuatu’ dari istri atau pacar yang bisa membuatnya tidak berpikir untuk selingkuh.

4. Desakan adrenalin

Penyebab pasangan selingkuh lainnya adalah tantangan. Ada orang yang berselingkuh dari pasangan lantaran didesak oleh adrenalin. Ia merasa tergoda, dan tertantang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tak boleh dilakukan.

Adrenalin ini bahkan tidak memandang jenis kelamin, usia atau pekerjaan. Desakan dari lubuk hati terdalam ini bisa dialami oleh siapa saja. Hidupnya seakan hambar jika tidak berbuat sesuatu yang bisa memuaskan adrenalinnya.

Bukankah perselingkuhan membutuhkan keahlian untuk menyimpan rahasia tersebut? Mungkin, degupan jantung yang cepat, khawatir takut ketahuan hingga perasaan bangga karena berhasil selingkuh tanpa diketahui oleh pasangannya, bisa mendatangkan kesenangan tersendiri bagi orang-orang tertentu.

5. Keranjingan medsos

Di zaman digital ini, media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya seakan telah menjadi “teman wajib” yang selalu disapa oleh manusia, tak peduli apakah itu pria maupun wanita.

Nyaris, dalam 24 jam, ada saja waktu lebih banyak untuk seseorang berselancar di jejaring sosial. bahkan, karena keasyikan menyapa teman-teman dan komunitasnya sampai melupakan pasangannya.

Tak heran jika keranjingan bermain medsos dimasukkan psikolog ke dalam faktor penyebab perselingkuhan. Tekhnologi telah membuat jarak, ruang dan waktu seolah tanpa batas lagi.

Hal tersebut membuat kita dengan mudah berhubungan secara online dengan orang lain. Selain teman lama, juga bisa menemukan orang-orang baru.

BACA JUGA : Sakit Hati karena Putus Cinta, Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

Kondisi itulah yang jika tidak disikapi dengan hati-hati bisa menimbulkan percikan-percikan asmara yang berujung pada perselingkuhan. Pertemanan virtual bisa berkembang menjadi pertemanan di dunia nyata.

Karena itu, disarankan agar penggunaan medsos sebaiknya dikurangi, atau dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna, seperti kepentingan pekerjaan atau urusan yang dapat mendatangkan keuntungan finansial.

6. Perjalanan dinas

Pegawai baik pemerintahan maupun karyawan swasta serta orang-orang bisnis, yang sering melakukan perjalanan dinas ke luar daerah tempatnya tinggal patut waspada. Menurut jajak pendapat yang dilakukan sejumlah ahli, perjalanan dinas atau tugas ke luar kota bisa meningkatkan risiko perselingkuhan.

Perjalanan dinas berarti akan bertemu dan berkenalan dengan orang baru, atau orang yang sebelumnya pernah ditemui di tempat tujuan. Ini membuka celah terjadinya kontak atau komunikasi intensif selama beberapa hari.

Di sela-sela waktu senggang perjalanan dinas, tidak menutup kemungkinan pria atau wanita memanfaatkannya untuk berjalan-jalan, atau menghabiskan waktu bersantai di tempat-tempat baru yang mendatangkan perasaan bahagia, apalagi jika ditemani oleh seseorang yang bisa membuat suasana semakin berkesan.

Perselingkuhan dalam perjalanan dinas bisa terjadi dengan sesama teman seperjalanan, atau dengan orang lain yang ditemui di tempat tujuan. Ada beberapa hal yang dapat memicunya, seperti untuk mengisi kesenangan, mencari teman bicara, atau sekadar iseng belaka.

Saran bagi yang sering bepergian ke luar kota, bangunlah komunikasi dengan pasangan seintim dan sesering mungkin. Fokus pada target pekerjaan, segera kembali setelah pekerjaan atau urusan bisnis selesai.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin