6 Mitos Salah Tentang Diet, Mau Kurus Malah Gemuk

61
Ilustrasi

Barakata.id, Batam – Banyak orang ingin hidup sehat dan memiliki berat tubuh ideal. Untuk mewujudkan itu, salah satu caranya adalah dengan melakukan diet, atau membatasi asupan makanan ke dalam tubuh.

Saat ini, informasi tentang cara-cara diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal sangat mudah didapat. Sayangnya, tidak semuanya akurat.

Jadi, kamu harus hati-hati. Soalnya, ada beberapa mitos tentang menjalani diet yang salah. Bukannya mendapat kurus, kamu malah bertambah gemuk.

Baca Juga : 5 Pekerjaan yang Bisa Menurunkan Gairah Seksual

Berikut 6 mitos tentang diet yang tidak akurat, seperti dilansir dari Times of India, Kamis (7/11/19).

1. Melewatkan makan

Pernah mendengar orang tidak makan karena ingin cepat kurus? Ya, banyak yang melakukan hal itu. Anda boleh saja mengurangi kalori, tapi bukan berarti melewatkan semua makanan.

Makanan memberi Anda nutrisi penting yang meningkatkan metabolisme, dan tanpa makan berarti tidak ada nutrisi, dan tidak ada nutrisi berarti metabolisme lebih lambat. Metabolisme yang lebih lambat kemudian diterjemahkan menjadi efisiensi yang lebih rendah dalam membakar kalori, yang berarti kemungkinan lebih tinggi kalori disimpan sebagai lemak.

2. Makanan rendah lemak

Diet rendah lemak cukup menarik perhatian. Jadi, makanan bebas lemak pun jadi pilihan.

Masalahnya, banyak makanan bebas lemak yang masih mengandung bahan-bahan tidak sehat seperti gula, tepung, garam, dan lainnya. Semuanya menambah kalori dan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.

3. Mengukur kadar gula

Banyak orang yang terlalu ketakutan pada gula, sampai-sampai tak mau makan buah yang manis. Tidak seperti gula olahan yang ada dalam makanan seperti kue, minuman ringan, dan cokelat, gula alami seperti yang ada dalam buah-buahan tidak buruk bagi kesehatan, bahkan dapat bermanfaat untuk dikonsumsi.

Gula alami dalam buah dilengkapi dengan banyak vitamin dan mineral yang menyediakan antioksidan untuk meningkatkan fungsi tubuh Anda. Selain itu, buah mengandung serat yang telah dikaitkan dengan penurunan berat badan jangka panjang.

4. Menghindari karbohidrat

Banyak orang yang menghindari sumber karbohidrat seperti gandum, jagung, dan ubi, tapi mengonsumsi karbohidrat olahan yang ada dalam makanan seperti sereal sarapan atau roti. Padahal, karbohidrat dalam ubi atau gandum mengandung tinggi serat sehingga membuat kenyang lebih lama. Ini membuat kemungkinan Anda ngemil lebih rendah.

5. Diet cepat

Ingin menurunkan berat badan dengan diet ketat atau crash dieting? Jangan berpikir itu baik.

Mengubah kebiasaan makan secara drastis bisa merusak tubuh. Mengonsumsi jauh lebih sedikit kalori tiba-tiba dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan bahkan mungkin menyebabkan kelaparan.

Baca Juga : 5 Kondisi Kesehatan yang Bikin Perempuan Khawatir

Selain itu, crash dieting tidak efektif dalam jangka panjang karena begitu diet berakhir dan Anda melanjutkan pola makan normal, berat badan Anda akan kembali dengan cepat, bahkan bisa lebih dari sebelumnya.

6. Mengonsumsi suplemen

Penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar suplemen penurunan berat badan hampir tidak memiliki efek apa pun, lebih seperti plasebo. Mengonsumsi suplemen ini membuat pengguna berpikir bahwa sebagian tugas menurunkan berat badan sedang dikerjakan oleh kapsul ini.

Anda jadi berpikir bahwa itu bisa membuat Anda bebas makan apa saja, yang jelas saja malah membuat berat badan Anda naik.

*****

Sumber : Tempo. co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here