Home Gaya Kesehatan

5 Tips Aman dan Nyaman Gunakan Masker di Cuaca Panas

72
Ilustrasi. Pakai masker jadi protokol kesehatan di masa pandemi. (F : Istimewa)

Barakata.id – Mengenakan masker adalah salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kadang cuaca terik dan panas sehingga ketika menggunakannya di bawah sinar matahari keringat akan membasahi masker.

Udara sejuk tentu akan sulit mencapai paru-paru. Selain tak nyaman, menggunakan masker di tengah cuaca terik dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan.

Termasuk kesulitan bernapas, iritasi kulit atau kelelahan karena panas. Agar tetap aman dan nyaman menggunakan masker di cuaca panas, tips-tips berikut ini bisa mungkin bisa jadi panduan untuk Anda.

Baca Juga :
Ternyata Anak di Bawah 2 Tahun Tak Cocok Pakai Masker

1. Pilih Bahan yang dingin dan mudah untuk bernapas

Apapun model dan gaya masker yang dipilih, pastikan Anda dapat bernapas dengan benar saat sedang aktif. Jika masker Anda terlalu tebal atau ketat, itu dapat membatasi pernapasan.

Kondisi itu akan jadi lebih tak nyaman ketika panas atau lembab. Masker dengan filter bisa sangat sulit dipakai bernapas jika bahan filter tak memungkinkan aliran udara yang tepat.

Dr Purvi Parikh, seorang spesialis alergi dan imunologi yang berbasis di New York menyarankan untuk memilih masker yang lebih longgar dan ringan ketika berada di luar ruangan.

“Bahkan masker yang longgar akan mengurangi penularan hingga 70 persen jika semua orang mengenakannya,” katanya.

Kain katun berwarna terang bisa jadi pilihan. Sebab umumnya lebih mudah untuk bernapas daripada kain sintetis. Kain jenis ini juga akan menyerap lebih sedikit panas dari matahari.

Pastikan kain tersebut benar-benar menutupi mulut dan hidung Anda, dan terus menjaga jarak aman dengan orang lain sebanyak mungkin.

2. Cegah iritasi kulit

Mengenakan masker yang menempel pada wajah untuk waktu yang lama dapat menyebabkan iritasi kulit seperti jerawat atau ruam. Parikh menyarankan untuk memilih masker yang terbuat dari katun, yang biasanya kurang mengiritasi kulit dibandingkan kain lainnya dan dapat dikenakan lebih longgar di sekitar wajah.

“Terkadang bukan hanya bahannya, tetapi tekanan yang diberikan pada kulit Anda yang menyebabkan iritasi,” katanya.

Masker yang diikat dengan ikatan alih-alih simpul elastis, misalnya, dapat memungkinkan Anda untuk melonggarkannya jika diperlukan. Anda juga harus sering mencuci masker untuk menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit lainnya.

Cuci masker dengan air hangat setelah dipakai.

3. Bawalah banyak masker

Jika tahu akan berada di tempat umum untuk jangka waktu yang lama, pertimbangkan untuk membawa masker tambahan sehingga Anda dapat bertukar dengan yang bersih sesuai kebutuhan. Keringat dan uap air dari napas Anda dapat melembabkan bahan masker, membuatnya kurang efektif dalam menyaring partikel-partikel udara.

Ganti masker jika Anda merasa kainnya basah atau lembab, tetapi ingat untuk melakukannya jauh dari orang lain dan cuci tangan Anda sebelum dan sesudah penggantian.

4. Mencegah terlalu panas

Mengenakan masker di mulut dan hidung Anda dapat membuatnya lebih sulit bernapas. Terutama bagi orang-orang dengan kondisi yang ada, seperti asma, claustrophobia, atau penyakit paru obstruktif kronis.

Dalam cuaca terik, memakai masker bisa menyebabkan sesak napas dan memungkinkan panas menumpuk di dalam tubuh, yang mengakibatkan penyakit seperti kepanasan atau sengatan panas. Agar tetap dingin saat mengenakan masker, hindari berada di bawah sinar matahari langsung terlalu lama dan tetap terhidrasi.

Baca Juga :
Masker Rajut, Modis dan Aman dari Virus

5. Batasi Kebutuhan memakai masker

Untuk meminimalkan ketidaknyamanan, batasi jumlah waktu yang Anda perlukan untuk mengenakan masker. Menurut Central Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, masker harus dipakai di tempat umum di mana sulit untuk menjaga jarak fisik.

Jika Anda tahu tak akan bisa menghindari orang lain, pertimbangkan untuk tetap di rumah di hari-hari yang terik.

“Jika tidak penting untuk keluar di hari yang panas dan lembab,” jangan pergi. Itu paling aman,” kata Parikh.

****

Sumber : BHG.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin