Home Kepulauan Riau 2 Kecamatan Masih Zona Merah, Ini Upaya Pemko Batam

2 Kecamatan Masih Zona Merah, Ini Upaya Pemko Batam

Kecamatan Zona Merah
Peta penyebaran Covid-19 di Batam. Kini tersisa 2 kecamatan saja yang berada di zona merah. (F: Gugus Tugas Covid-19 Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Ada 2 kecamatan di Batam yang masih masuk dalam zona merah. Meski demikian upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terbukti efektif.

Sebelumnya 8 dari 12 kecamatan di Kota Batam sempat menjadi zona merah. Mengerucut hingga jadi beberapa kecamatan saja. Puncaknya, data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Batam menyebutkan per 11 Februari 2021 tersisa 2 kecamatan yang saat ini berada di zona merah.

Dua kecamatan itu adalah Lubukbaja dan Batam Kota. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Azril Apriansyah berharap Batam lekas terbebas dari pandemi Covid-19.

Baca Juga:

“Lubukbaja ada 33 kasus sedangkan Batam Kota 62 kasus,” ujarnya, Jumat (12/2/21).

Sementara itu untuk zona merah muda atau oranye ada beberapa kecamatan, yaitu Nongsa dengan 14 kasus, Seibeduk 13 kasus, Sekupang 20 kasus, Bengkong 17 kasus dan Sagulung 13 kasus,

“Kecamatan Batuampar dan Batuaji masuk zona kuning,” kata Azril.

Jumlah masing-masing kasus untuk Batuampar 10 kasus dan Batuaji 9 kasus. Sementara itu tiga kecamatan lainnya masuk zona hijau. Tiga kecamatan itu adalah Bulang, Belakangpadang dan Galang.

Hingga 11 Februari 2021 total kasus positif di Batam sebanyak 5.768 orang. Dari jumlah tersebut telah sembuh sebanyak 5.431 orang. Jumlah itu menunjukkan tingkat kesembuhan mencapai 94 persen.

“Kesembuhan cukup siginifikan, seperti tanggal 11 Februari ada 26 pasien yang sembuh,” katanya.

Sementara itu untuk kasus meninggal sebanyak 146 orang. Kasus yang meninggal ini umumnya memiliki penyakit penyerta. Sedangkan kasus positif yang masih dalam perawatan sebanyak 191 orang.

“Persentase untuk kematian 2,5 persen dan kasus aktif 3,5 persen,” kata Azril.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Azril mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau pakai hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari keramaian.

Selain menerjukan tim bersama FKPD, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Sekda Kota Batam Jefridin Hamid kerap menyampaikan dan mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan.

Pegawai Pemko Diminta Tak Bepergian Selama Libur Imlek

Selain gencar melakukan sosialisasi dalam setiap kesempatan, Pemko Batam juga melakukan antisipasi penyebaran Covid-19 selama libur Imlek.

Pegawai Pemko Batam baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS dikenakan pembatasan bepergian ke luar daerah selama libur Imlek 2572.

Larangan itu diteken oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi pun dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah bagi ASN selama libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili dalam masa Pandemi Covid-19.

Baca Juga:

Tak hanya pegawai, keluarga para pegawai di lingkungan Pemko Batam juga dilarang bepergian selama libur tersebut. Larangan itu berlaku untuk tanggal 11 Februari hingga 14 Februari 2021.

Jika terpaksa harus bepergian karena hal yang mendesak, maka harus mendapat izin tertulis dari Wali Kota Batam. Selain itu juga wajib memperhatikan peraturan dan kebijakan daerah asal maupun tujuan.

Meski sudah mendapat mendapatkan izin tertulis, tetap harus memperhatikan kriteria, persyaratan dan protokol perjalanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Selain itu juga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan.

***

Editor: Asrul R

SebelumnyaHang Nadim Dicanangkan Jadi Bandara Tangguh
SelanjutnyaMencegah Covid-19: Lakukan 5 Hal Ini Saat Bersama Orang Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin