Home Nusantara

19 Terduga Teroris Makassar Diberangkatkan ke Jakarta, Ini Kata Kapolda Sulsel

Polda Sulsel terbangkan 19 tersangka teroris beserta barang bukti ke Jakarta, Kamis (4/2/2021) pagi. F: kompas.com

Barakata.id, Makassar- Sebanyak 19 terduga teroris diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 di Makassar, pagi ini diberangkatkan ke Jakarta.

Pemberangkatan para tersangka dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan
pesawat Lion Air, Kamis (04/02/2021) pagi.

Proses pemberangkatan dilakukan di Bandara Lama, Mandai Kabupaten Maros.
Para tersangka Teroris dibawa ke bandara dengan menggunakan 3 Bus Brimob Polda
Sulsel.

Baca juga: 

Selain berada di dalam bus, anggota Densus 88 dan Brimob Polda Sulsel melakukan pengawalan ketat dengan menggunakan mobil Rantis.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam mengatakan, penangkapan terhadap 23 orang teroris kelompok Anshor Daulah Makassar yang berafiliasi atau pendukung Khilafah atau ISI situ dilakukan pada periode 6-7 Januari 2021 oleh Densus 88
AT/Mabes Polri.

“Dari 23 tersangka teroris tersebut, 19 orang tersangka diberangkatkan ke Jakarta, dimana dua teroris tewas tertembak saat dilakukan penangkapan karena melakukan
perlawanan terhadap anggota saat ditangkap. Satu orang dirawat di Rumah Sakit karena luka dan satu lainnya dikembalikan karena tidak terbukti,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: 

Kapoda Sulsel mengungkapkan, sebagian dari tersangka teroris yang diamankan di Makassar tersebut merupakan anggota ataupun simpatisan FPI dan dalam hasil pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa FPI Makasar bersama dengan kelompok Anshor Daulah di Wilayah Makasar melakukan deklarasi mendukung ISIS dan dilanjutkan dengan baiat kepada ISIS.

Selain itu diungkapkan pula, sebagian dari tersangka yang diamankan di Makassar
merupakan keluarga dari pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Zulu, Filipina, yaitu
pasangan suami-istri RZ dan UH.

Dari hasil pemeriksaan beberapa tersangka, ditemukan fakta dan upaya pengiriman
uang dari Kelompok tersebut kepada RFR alias CICI yang sekarang menjadi tahanan di Filipina yang merupakan anak dari pasangan pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral,
Zolo, Philipina,” ungkap Irjen Merdisyam.

Baca juga: 

Irjen Merdisyam mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan ditemukan fakta bahwa
salah satu tersangka AA telah membuat rangkaian bom berupa rangkaian sistem elektrik push off / push on.

“Seluruh tersangka yang ditangkap, akan dikenakan Pasal 15 jo 7 UU No 6 thn 2018,
dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” pungkas Kapolda Sulsel seperti dikutip dari website resmi Polri.

*****
Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin