Home Kepulauan Riau

17 Pasien Covid-19 di Tanjungpinang Sembuh

22
Pasien Covid-19 Tanjungpinang
Foto Ilustrasi. Pasien terpapar virus corona mendapat penanganan medis. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO).

Barakata.id, Tanjungpinang- Jumlah pasien Covid-19 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) yang sembuh terus bertambah. Kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tanjungpinang mencatat ada penambahan 17 pasien sembuh sehingga totalnya saat ini menjadi 860 orang.

Meski demikian, jumlah warga Tanjungpinang yang terpapar virus corona juga bertambah. Pada Senin (14/12/20) lalu, terdapat penambahan 7 kasus baru positif Covid-19, yang membuat total pasien corona di kota itu menjadi 1.030 orang.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan, dari 1.030 orang tersebut, sebanyak 245 orang di antaranya tidak pernah ke luar daerah dan tidak pernah kontak erat dengan pasien corona.

Baca Juga :

Sedangkan dari 7 kasus baru, 4 di antaranya tidak pernah ke luar kota dan tidak pernah kontak dengan pasien Covid-19.

“Sementara jumlah pasien yang tertular corona setelah melakukan perjalanan ke luar daerah sebanyak 138 orang setelah bertambah satu orang,” kata Rahma di Tanjungpinang, kemarin.

Ia mengatakan, jumlah pasien yang tertular akibat kontak erat dengan pasien corona mencapai 647 orang.

“Ada penambahan dua kasus baru hari ini yang disebabkan kontak erat dengan pasien corona,” kata dia.

“Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa ada orang-orang tertular corona, tapi tidak memiliki gejala sehingga beraktivitas seperti biasa,” sambung Rahma.

Rahma menjelaskan, dari 1030 orang total pasien Covid-19 di Tanjungpinang, sebanyak 483 orang bergejala, sedangkan 547 orang tidak bergejala. Sementara jumlah kasus aktif sebanyak 150 orang.

Saat ini 65 orang pasien dirawat di rumah sakit, 19 orang menjalani karantina terpadu dan 66 orang isolasi mandiri. Total jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 20 orang.

Baca Juga :

Rahma mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa dicegah bersama-sama.

“Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin