Home Kepulauan Riau 15.496 PMI dari Malaysia Masuk Kepri, 576 Positif Corona

15.496 PMI dari Malaysia Masuk Kepri, 576 Positif Corona

25
PMI dari Malaysia
Sejumlah PMI dari Malaysia yang baru tiba di Indonesia melalui Kota Batam dibawa menuju lokasi karantina sembari menunggu keluarnya hasil swab Covid-19, Kamis (21/5/21) lalu. (F: Teguh Prihatna/barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemerintah Malaysia terus memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Salah satu pintu masuk pemulangan adalah Provinsi Kepulauan Riau (Kepr).

Sepanjang tahun 2021 ini, tercatat sudah ada 15.496 PMI dari Malaysia yang masuk melalui Kepri, baik dari Kota Batam maupun dari Kabupaten Karimun.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan, Pemprov Kepri terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan pemulangan PMI ini. Apalagi, kedatangan PMI dari Malaysia turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan angka Covid-19 di Kepri.

BACA JUGA : Sepanjang 2020, 63.140 PMI Masuk Lewat Batam

Arif mengatakan, Provinsi Kepri selama tahun 2021 sudah menerima 15.496 orang PMI. Dari jumlah itu, 576 orang di antaranya positif Covid-19.

Dari 1 Januari sampai dengan 1 Mei 2021, PMI menjadi penyumbang Covid-19 di Kepri dengan angka 23,84 persen.

“Jadi Kepri sekarang termasuk angka peningkatan Covid-nya termasuk tinggi di Indonesia, yang tentunya menjadi perhatian serius kita di lapangan,” kata Arif saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemulangan WNI/PMI dari Malaysia, di Kantor Gubernur, Tanjungpinang, Selasa (11/5/21).

“Hari ini akan datang 146 orang dari Pasir Gudang yaitu PMI deportasi yang nanti sore akan kami tinjau kedatangannya di Pelabuhan Sri Bintan Pura,” sambung Arif.

Ia menegaskan, semua PMI yang masuk ke Kepri akan dikarantina dahulu selama 5×24 jam. Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 08 tahun 2021, mereka akan dikarantina di RSKI Galang, Rusun BP Batam, dan akan ditambahkan tempat karantina di Bapelkes Batam.

Arif berharap Balitbang Kementerian Kesehatan memberikan bantuan reagent kepada Kepri mengingat kebutuhan reagent di Kepri mencapai 3.000 dalam satu hari. Selain itu, Kepri juga membutuhkan tambahan alat PCR untuk RSKI Galang dan BTKL Batam.

BACA JUGA : Mendagri: Kepulangan PMI Harus Lewat Jalur Resmi

Ia pun meminta kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan KJRI di Johor Bahru untuk menggiring PMI yang ada di Johor Bahru ke Malaka supaya dapat masuk melalui pintu pelabuhan Dumai.

“Pada prinsipnya, kita (Kepri) siap membantu karena ini kebijakan pusat. Tapi kami juga mohon dukungan dari segi kelengkapan reagent, PCR, dan anggaran,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, menyatakan persetujuannya untuk menggiring PMI dari Johor ke Melaka. Menurutnya kurang dilakukan sosialisasi kepada PMI/WNI jika jalur Malaka-Dumai telah dibuka sehingga semua PMI menuju Johor Bahru.

“Sebenarnya banyak dari warga kita yang bermukim jauh dari Johor, tetapi karena mungkin mereka tidak tahu Malaka sudah dibuka, banyak yang menumpuk di Johor,” kata Hermono.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin