Home Kepulauan Riau Batam

12 Orang Positif Corona terkait Penjemputan Paksa Jenazah di Batam

68
Almbil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Batam
Penampakan pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSBK Batam, Selasa (18/8/20) malam. (F: istimewa)

Barakata, BATAM – Massa berjumlah 12 orang yang menjemput paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

“Iya ada 12 orang positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Minggu (23/8/2020).

Dinkes Batam menjemput 23 orang yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah untuk menjalani pemeriksaan di RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang.

Dari 23 orang itu, Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam menyatakan 12 di antaranya positif terpapar virus corona pada rilis yang diberikan pada Sabtu, tengah malam.

Dinkes masih mencari seorang warga yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah YHG dan membalurkan air liur jenazah ke mukanya.

Mengenai penanganan selanjutnya, Didi menyatakan belum akan melakukan perlakuan khusus di rumah ibadah tempat jenazah sempat disemayamkan.

“Kalau mereka mau lakukan mandiri, silahkan,” kata dia.

Baca Juga: Plt Bupati Sidoarjo Cak Nur Meninggal, Hasil Tes Swab Positif Covid-19

Sementara itu, dalam rilis Gugus Tugas, 12 warga terkonfirmasi positif COVID-19 yang terlibat dalam penjemputan paksa jenazah tercatat sebagai kasus 455 hingga 467.

Sebanyak enam orang dari mereka adalah pelajar lelaki dan perempuan berusia antara 11 hingga 16 tahun, kemudian tiga orang pekerja swasta berusia 40 tahun, 21 tahun dan 60 tahun, dua orang ibu rumah tangga berusia 51 tahun dan 67 tahun dan seorang wiraswasta berusia 44 tahun. Keseluruhannya berdomisili di Kecamatan Sekupang.

Masih berdasarkan catatan Gugus Tugas Batam, 12 warga itu telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi RSKI COVID-19 Pulau Galang dan kondisinya relatif stabil.

Seperti yang diberitakan, massa berjumlah 23 orang menjemput paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Kota Batam, pada Selasa 18 Agustus 2020 malam. Massa datang ke RSBK, meletakkan jenazah di atas kerandda dan langsung memasukkannya ke dalam ambulans.

saat jenazah diambil paksa, hasil tes usap PCR pasien berusia 65 tahun itu belum keluar, dan baru diketahui positif COVID-19 pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, sesuai aturan, pasien semestinya dikebumikan dengan aturan protokol COVID-19.

Baca Juga: Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa di Batam, Kadinkes: Keluarga dan Pelayat Akan Dites Swab

Sedangkan Polresta Barelang telah memeriksa 15 orang yang diduga menjemput paksa jenazah warga terkonfirmasi positif COVID-19 dari rumah sakit.

“Proses tetap berjalan, karena ini perintah UU,” kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan di Batam, Kepulauan Riau, Jumat.

Sebanyak 15 orang warga dan keluarga korban diantar ke Mapolresta Barelang, dari RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang, setelah hasil tes usap PCR dinyatakan negatif. Enam orang di antaranya langsung menjalani pemeriksaan.

Kasat menyatakan pemeriksaan memang harus dilakukan usai hasil tes usap COVID-19 atas seluruhnya keluar.

Ia menegaskan, pihaknya langsung menyikapi kasus tersebut bersama Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam.

Selain warga yang diduga mengambil paksa jenazah, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari empat orang petugas di RSBK, di antaranya seorang petugas keamanan.

“Kami minta hal ini tidak terjadi lagi,” kata dia.

Editor: Gunawan
Sumber: Kantor Berita Antara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin