Home Kepulauan Riau

1.827 Angkutan Umum di Batam Tak Layak Operasi

479
Puluhan angkutan umum yang terjaring razia di Terminal Jodoh, dibawa ke Kantor Dishub Batam, Rabu (30/10/19) lalu. Dishub menyatakan, ada ribuan angkutan umum di Batam yang tak laik beroperasi. (F: Ist)

Barakata.id, Batam – Dinas Perhubungan (Dsihub) Kota Batam mencatat ada 1.827 angkutan umum di kota itu yang tak layak beroperasi. Meski demikian, kendaraan-kendaraan tersebut masih banyak yang dipakai untuk membawa penumpang.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Efendi menyebutkan jenis angkutan umum di Batam dikelompokkan dalam dua bagian. Pertama angkutan trayek, dan kedua angkutan trayek cabang.

Berdasarkan catatan Dishub Batam, jumlah kendaraan untuk trayek utama ada 617 kendaraan. Dari jumlah kendaraan itu, yang laik usia operasionalnya hanya 266 kendaraan.

Baca Juga : Angkutan Umum Batam Dilarang Pakai Sopir Tembak

Sementara 351 kendaraan sudah habis (tidak laik) usia operasional. Angkutan umum trayek utama yang tak layak operasi tersebar pada trayek Jodoh-Nongsa yakni sebanyak 291 kendaraan dan trayek Jodoh-Telagapunggur sebanyak 60 kendaraan.

Untuk angkutan umum trayek cabang, jumlah totalnya tercatat ada 1.745 kendaraan. Dari jumlah tersebut, hanya 269 kendaraan yang layak operasi. Sedangkan 1.476 tidak laik.

Dengan demikian, jumlah angkutan umum di Kota Batam yang tak layak beroperasi totalnya ada 1.827 kendaraan. Jumlah itu merupakan gabungan dari angkutan umum trayek utama dan trayek cabang.

Rustam Efendi menyebutkan, pihaknya rutin melakukan pengawasan dan penertiban terhadap seluruh angkutan umum di Batam. Terkait ribuan angkutan umum yang tak laik operasi itu, ia yakin bakal ditinggalkan penumpang karena membahayakan.

Selain kendaraan yang tidak laik, lanjut Rustam, kendaraan yang tidak rutin melakukan kir juga masih banyak.

Petugas, lanjut Rustam, akan menindak setiap kendaraan atau angkutan umum yang tak laik beroperasi. “Kita rutin melakukan razia,” tegasnya, dilasnir dari Batam Pos, Minggu (8/12/19).

Baca Juga : Pegawai Dishub Batam Tertangkap Tangan Terima Suap

Ia mengatakan, dalam sekali razia lapangan, pihaknya rata-rata bisa menilang sebanyak 35 kendaraan. Para pemilik kendaraan yang terjaring razia, akan disidang di pengadilan.

Terkait kir, sambung Rustam, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada badan usaha yang membawahi kendaraan tersebut untuk rutin melakukan uji kir. Menurut dia, uji kir harus dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan orang yang ada di dalam kendaraan tersebut.

“Bukan hanya penting bagi sopir, tapi juga orang lain yang dibawa (penumpang). Kami selalu wanti-wanti soal kir ini,” katanya.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin